Presiden Prabowo Subianto turun langsung menangani kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan melanda sejumlah wilayah Indonesia. Setelah meninjau Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8). Kemudian, Prabowo melanjutkan kunjungan ke Sumatera dengan mendatangi Riau pada Selasa (24/8).
Dalam rangkaian tersebut, Prabowo tak sekadar meninjau letak kebakaran. Ia memimpin rapat penanganan karhutla berbareng jejeran pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta lembaga terkait.
Dalam 2 kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tak terlihat.
Dalam rapat di Kalimantan Barat, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut sejumlah ketua kementerian/lembaga pusat dan pemerintah wilayah hadir.
Teddy mencatat rapat tersebut dihadiri delapan ketua kementerian/lembaga pusat, 10 ketua pemerintah daerah, gubernur, kapolda, pangdam, Basarnas, BMKG, dan BPBD. Nama Menteri Kehutanan tidak tercantum dalam daftar nan disampaikan tersebut.
Rapat kemudian bersambung di Kalimantan Tengah. Di Posko Aju Penanganan Karhutla di area Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Prabowo kembali menerima laporan langsung mengenai kondisi karhutla dan kebutuhan penanganannya.
"Setelah tadi dari posko di Kalimantan Barat, di sini di Posko Aju, Kalimantan Tengah, Palangka Raya, telah datang beberapa menteri, Kepala Staf Angkatan Darat, Wakapolri, Gubernur, Pangdam, dan Kapolda Kalimantan Tengah," kata Seskab Teddy saat membuka rapat.
Sekali lagi, Menteri Kehutanan tidak disebut dalam daftar pejabat nan datang dalam rapat tersebut.
Padahal, urusan karhutla mempunyai kaitan langsung dengan tugas Kementerian Kehutanan. Bahkan dalam rapat di Kalteng, Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib menyebut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya telah memberikan supervisi dan pengarahan dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.
"Ucapan terima kasih nan tak terhingga kami sampaikan kepada Bapak Presiden nan melalui kementerian teknis juga telah memberikan supervisi penanggulangan karhutla kepada Provinsi Kalimantan Tengah, ialah dengan kunjungan Kepala BNPB, Bapak Menko Polkam, Bapak Menhut, dan Bapak Wamenko bagian Pangan," kata Ahmad Toyib.
Sementara itu, Prabowo dalam dua rapat tersebut mengambil sejumlah keputusan langsung untuk memperkuat operasi penanganan karhutla.
Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo meminta penambahan beragam peralatan.
"Beberapa perihal juga langsung diputuskan oleh Bapak Presiden, penambahan-penambahan peralatan, mulai dari helikopter untuk water bombing, kemudian pompa air, kemudian di sini tadi juga memerlukan pompa untuk sumur bor, juga penambahan personel," kata Prasetyo.
Prabowo juga meminta penanganan karhutla tidak berakhir pada pemadaman, tetapi diperkuat dengan pencegahan dan penegakan hukum.
Dalam rapat tersebut, Prabowo apalagi meminta abdi negara menyelidiki korporasi nan diduga memerintahkan pembakaran lahan. Jika terbukti, izin perusahaan diminta dicabut.
Sementara itu, setelah menyelesaikan kunjungan di Kalimantan, Prabowo pada Senin (24/8) melanjutkan pengecekan penanganan karhutla di Sumatera, dimulai dari Riau. Fokus pemerintah kemudian diperluas ke Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Hingga rangkaian kunjungan Presiden ke Kalimantan dan kemudian Sumatera ini, nama Menhut Raja Juli Antoni tidak tampak dalam daftar pejabat nan datang pada dua rapat utama Prabowo di Kalimantan dan Sumatera.
Bahkan, dalam rapat di Posko Aju, Riau, nan diajak Prabowo adalah Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Mendagri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BIN Muhammad Herindra.
kumparan telah mengontak Raja Juli untuk meminta keterangannya mengenai perihal ini, namun belum ada respons darinya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·