
Sistem rudal HIMARS.
TAIPEI - Taiwan telah menembakkan puluhan roket dari sistem rudal Amerika Serikat (AS) ke arah China untuk pertama kalinya. Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) buatan AS ditembakkan pada Rabu (10/6/2026) sebagai bagian dari latihan dua hari nan diadakan di sekitar kota Taichung di Taiwan tengah.
Latihan tersebut berjalan di sepanjang garis pantai sepanjang 12 mil nan disebut "pantai merah", ialah wilayah pesisir di seluruh negeri nan dianggap sebagai tempat pendaratan paling mungkin untuk invasi China.
HIMARS adalah salah satu sistem terpenting dalam persenjataan Taiwan dan bakal sangat krusial dalam mempertahankan diri dari serangan Tiongkok. Militer juga menembakkan sistem roket Thunderbolt-2000 buatan dalam negeri, howitzer Paladin buatan AS, dan rudal anti-tank berpemandu.
"Latihan tembak langsung tersebut didasarkan pada skenario nan mensimulasikan pasukan amfibi musuh nan mencoba menginvasi wilayah tengah," menurut pernyataan dari Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan, sebagaimana dilansir Telegraph.
Latihan tersebut dirancang untuk "meningkatkan efektivitas training berorientasi tempur, memungkinkan para perwira dan prajurit untuk menyadari bahwa 'di mana pun adalah medan perang, dan training berjalan terus-menerus'", demikian pernyataan tersebut.
Meskipun Taiwan telah menguji coba sistem HIMARS sebelumnya, pengetesan tersebut sebelumnya hanya dilakukan dari pangkalan militer di pantai tenggara tempat roket ditembakkan ke Samudra Pasifik.
Tiga puluh dua roket nan diuji pada Rabu hanya mempunyai jangkauan maksimum sekitar sembilan mil alias sekitar 14,4 km, tetapi Taiwan mempunyai amunisi jarak jauh nan bisa mencapai China.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·