Tabrakan Dahsyat 3,5 Miliar Tahun Lalu Sempat Ubah Permukaan Bulan Jadi Lelehan Batuan, Ini Buktinya!

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Tabrakan Dahsyat 3,5 Miliar Tahun Lalu Sempat Ubah Permukaan Bulan Jadi Lelehan Batuan, Ini Buktinya! Peta gravitasi bulan nan menunjukkan kawah tumbukan besar berwarna ungu.(NASA Goddard)

SEBUAH batu luar angkasa langka nan ditemukan di barat laut Afrika sukses mengungkap babak kelam dan penuh kekerasan dalam sejarah Bulan kita. Ilmuwan menemukan bukti adanya hantaman asteroid super luar biasa sekitar 3,5 miliar tahun lalu, sebuah peristiwa nan begitu kuat hingga bisa mengubah permukaan Bulan menjadi lautan batuan cair nan meleleh.

Meteorit bulan nan dinamakan Northwest Africa (NWA) 12593 ini menyimpan catatan geologis berbobot dari masa awal pembentukan tata surya. Periode antik ini sangat menarik bagi para peneliti lantaran bertepatan dengan masa-masa awal kehidupan mulai muncul di Bumi. Hasil kajian mendalam terhadap meteorit ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Geology.

Melalui metode penanggalan radiometrik nan melacak tingkat peluruhan material radioaktif, tim peneliti sukses memperkirakan bahwa tabrakan besar pertama terjadi sekitar 3,5 miliar tahun nan lalu. Waktu tersebut setara dengan 1 miliar tahun setelah tata surya kita terbentuk.

Salah satu bukti bentuk paling memukau di dalam meteorit NWA 12593 adalah keberadaan jejak mineral cubic zirconia. Di Bumi, material ini lebih dikenal sebagai permata imitasi. Namun, dalam konteks sejarah Bulan, kehadiran cubic zirconia menceritakan kisah nan jauh lebih ekstrem. Mineral tersebut hanya dapat terbentuk di bawah suhu nan sangat tinggi, membuktikan bahwa permukaan Bulan betul-betul sempat meleleh menjadi cairan akibat hantaman daya nan luar biasa.

Menariknya, tabrakan besar di Bulan ini tidak terjadi secara terisolasi. Riset independen lain menunjukkan dalam lini masa nan sama, Bumi dan asteroid raksasa berjulukan Vesta juga mengalami rentetan hantaman dahsyat dari luar angkasa. Menemukan bukti tiga akibat besar nan terjadi secara berbarengan pada tiga objek langit nan berbeda adalah perihal nan sangat langka dalam bumi astronomi, karena proses erosi dan aktivitas geologis lainnya biasanya telah menghapus jejak-jejak purba tersebut di Bumi.

Studi terhadap NWA 12593 memberikan perspektif baru bagi para astronom dalam merekonstruksi kondisi lingkungan tata surya purba. Memahami garis waktu pengeboman asteroid ini sangat krusial untuk mengetahui gimana kondisi Bumi saat kehidupan pertama kali mencoba memperkuat dan berkembang di planet kita. (Live Science/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia