Surveyor Indonesia Catat Bantu Banyak Perusahaan Tingkatkan Skor ESG

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Wednesday Desk oleh Surveyor Indonesia di Grha Surveyor, Jakarta pada Rabu (13/5). Foto: kumparan/Argya Maheswara.

Dalam menjalani upaya Testing, Inspection, Certification, and Calibration/Consultation (TICC), PT Surveyor Indonesia (Persero) mencatat sudah membantu banyak perusahaan meningkatkan skor Environmental, Social, and Governance (ESG). Adapun perusahaan nan skor ESG nya meningkat juga berasal dari beragam sektor.

Manager Operation Sustainability Surveyor Indonesia, Niluh Ayounik Mahasabha, menjelaskan bahwa peran Surveyor Indonesia dalam peningkatan skor ESG tersebut meliputi beberapa aspek mulai dari kajian sampai membantu perusahaan menyusun roadmap alias peta jalan ESG.

“Kami membantu perusahaan untuk bisa mengukur ketercapaiannya seperti atas, baik itu dari tools ESG rating, nan memang sudah di apa namanya, sudah ada di dunia nan memang ada di dunia baik itu S&P Global, ada MSCI, ada Carbon Disclosures Project, dan juga beberapa lembaga rating lainnya,” kata Niluh dalam langkah Wednesday Desk di Grha Surveyor, Jakarta pada Rabu (13/5).

Di sktor agriculture, Petrokimia Gresik merupakan salah satu pengguna Surveyor Infonesia sukses meningkatkan skor ESG dari 51 menjadi 71 alias naik 20 poin.

Ilustrasi Wika Beton. Foto: Dok. Wika Beton

Tak hanya itu, pada sektor infrastructure WIKA Beton juga mencatat peningkatan signifikan dari 49 menjadi 71 alias naik 22 poin. Di sektor transportation, PT KAI meningkatkan skor ESG dari 41 menjadi 55 alias naik 14 poin.

Sementara itu, PLN Nusantara Power di sektor energy memperoleh pencapaian rating C dari CDP, sebelumnya perusahaan ini belum mempunyai rating. Pada sektor oil and gas, Pertamina Hulu Energi memperoleh rating BBB dari MSCI.

Terkait keberlanjutan dan konsentrasi sektor upaya pada aspek-aspek ESG, dia juga menjelaskan bahwa perihal ini tak berkarakter musiman dan juga pilihan melainkan suatu nan menjadi keharusan. Hal ini juga didorong beragam aspek termasuk izin mengenai keberlanjutan.

“Karena kita memandang sekarang pertumbuhan, pertumbuhan di jenis brand-brand semakin bertumbuh, semakin masif. Kita memandang juga dorongan izin nan semakin keras. Permintaan penanammodal nan beragam dan menuntut kita untuk memberikan impact ya kepada bumi baik di sosial dan di lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, dia juga memandang saat ini banyak sektor upaya nan sudah mulai berubah dari konsentrasi business as usual menjadi responsible business.

“Karena mereka mau pertama, meet expectation dengan stakeholders dan nan kedua, mereka mau tetap survive dalam menjalankan upaya di tanah tantangan keberlanjutan,” kata ia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan