PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengubah jejeran direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Rabu (13/5).
Rapat nan dihadiri pemegang 384.278.471.558 lembar saham alias 94,39 persen dari keseluruhan pemegang saham ini membahas sejumlah mata aktivitas sesuai mengenai dengan keahlian perseroan tahun kitab 2025.
Salah satu mata agendanya ialah perubahan Pengurus Perseroan. RUPST resmi menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service, dan Sugito Anjasmoro sebagai Komisaris.
Selain itu, perseroan turut memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto dari kedudukan Direktur Human Capital & Corporate Service dan Frans Dicky Tamara dari posisi Komisaris nan menjabat sejak 15 Oktober 2025 lalu.
Mata agenda lainnya ialah Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025, termasuk di dalamnya Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK).
Kemudian, penetapan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Program PUMK Tahun Buku 2026; Pendelegasian Kewenangan Persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 beserta Perubahannya; Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
Adapun sepanjang periode Januari-Maret 2026, Garuda Indonesia Group mencatat kenaikan pendapatan upaya konsolidasian sebesar 5.36 persen menjadi USD 762,35 juta dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.
Pendapatan penerbangan berjadwal (scheduled flight) menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan sebesar 7.36 persen menjadi USD 648,10 juta.
Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga sukses menekan rugi bersih hingga sekitar 45,2 persen menjadi USD 41,62 juta dibandingkan rugi bersih periode nan sama.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan mengatakan bahwa capaian keahlian pada Kuartal I 2026 tersebut menjadi sinyal positif terhadap proses penguatan esensial operasional dan upaya perseroan.
“Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapabilitas penerbangan, serta perbaikan keahlian finansial pada Kuartal I 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan esensial upaya nan dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (14/5).
Menurut Glenny, konsentrasi utama Perseroan saat ini tetap diarahkan pada penguatan esensial upaya melalui peningkatan operational excellence, cost discipline, penguatan service reliability, optimasi jaringan penerbangan, serta transformasi jasa dan digitalisasi operasional secara berkelanjutan.
“Dengan susunan Manajemen baru ini diharapkan bakal mendukung langkah percepatan Perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berkekuatan saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara,” tutup Glenny.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia sesuai keputusan RUPST:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
Komisaris Independen: Mawardi Yahya
Komisaris: Chairal Tanjung
Komisaris: Sugito Anjasmoro
Direksi
Direktur Utama: Glenny Kairupan
Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
Direktur Teknik: Mukhtaris
Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·