Jakarta -
Voxpol Center Research and Consulting juga merilis hasil survei elektabilitas partai politik. Partai Gerindra berada pada posisi tertinggi dengan elektabilitas 21,1 persen.
Survei digelar pada periode 3 hingga 12 Oktober 2026. Ada 1,200 responden nan dilibatkan dalam survei dari seluruh provinsi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun metodologi survei menggunakan multistage random sampling dan para responden diwawancarai secara tatap muka. Tingkat kepercayaan survei 95% dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen.
Para responden ditanya, 'Jika pemilu dilaksanakan hari ini partai apa nan bakal Ibu, Bapak, Saudara pilih'. Berdasarkan survei, Gerindra, PDIP, dan Golkar menjadi 3 partai dengan elektabilitas tertinggi.
Gerindra 21,1%
PDIP 16,1%
Golkar 11,7%
PKB 9,8%
PKS 9,7%
Partai Demokrat 9,1%
Partai NasDem 5,0%
PAN 3,3%
PPP 3,3%
PSI 2,4%
PBB 0,8%
Partai Perindo 0,8%
Partai Hanura 0,3%
Partai Ummat 0,3%
Partai Buruh 0,2%
Partai Gelora 0,1%
Partai Garuda 0,1%
Partai PKN 0,1%
TT / TJ (Tidak Tahu / Tidak Jawab)5,8%
"Data tunjukkan dari sisi elektabilitas partai politik, Gerindra unggul 21,1 persen mendapat elektabilitas tertinggi, disusul PDIP 16,1 persen pada ranking kedua, dan Golkar 11,7 persen pada ranking ketiga," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago saat memaparkan survei seperti dilihat di YouTube Voxpol Center, Kamis (22/10/2026).
Pangi lampau merinci kelebihan partai-partai di setiap provinsi. Dia mengatakan Gerindra unggul di Jawa Barat, Bali, NTT, NTB, Smaera, Sulawesi, dan DKI serta Banten. Sedangkan PDIP unggul di Jawa Tengah dan Maluku serta Papua. Lalu PKB unggul di Jawa Timur.
"Kalau kita cermati, basisnya Gerindra itu unggul itu di Bali-NTB-NTT 35 persen, Gerindra unggul di Jawa Barat 25,2 persen, kemudian Gerindra unggul di Sumatera 33 persen, kemudian Gerindra juga unggul di Sulawesi 24,4 persen, DKI-Banten 15,6 persen," jelas Pangi.
"Kalau kita lihat PKB unggul di Jawa Timur dengan 22,9 persen, kemudian PDIP unggul di Jawa Tengah dengan 40 persen dan di Maluku-Papua 28,8 persen," lanjut dia.
(maa/gbr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·