Jakarta - Lembaga Poltracking Indonesia merilis hasil survei mengenai pertimbangan keahlian pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka hingga isu-isu terkini. Poltracking menyebut 27,6% responden menilai program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai paling dirasakan manfaatnya.
Survei Poltracking terlaksana pada 11-17 Mei 2026. Responden merupakan penduduk negara Indonesia nan sudah mempunyai kewenangan pilih (berusia lebih dari sama dengan 17 tahun alias sudah menikah).
Mereka diwawancarai secara tatap muka. Metode sampel menggunakan multistage random sampling dari 1.220 responden dengan margin of error +/- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Responden ditanyai soal program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka nan paling dirasakan manfaatnya. Hasilnya MBG berada di posisi puncak dengan nilai 27,6%.
"Ini adalah program prioritas paling bermanfaat. Jadi makan bergizi cuma-cuma MBG nan paling terkenal ini tetap dianggap sebagai program nan paling dirasakan secara langsung oleh publik di 27,6%, kemudian Kartu Indonesia Sehat di 11,2%, Kartu Indonesia Pintar di 10,1%, lampau ada jasa kesehatan cuma-cuma 8,5%," kata Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, dikutip dari tayangan resmi YouTube Poltracking, Kamis (4/6/2026).
Masduri mengatakan MBG juga menjadi program Prabowo-Gibran nan dinilai paling tepat sasaran. Di posisi kedua ada Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar hingga jasa kesehatan gratis.
"Ini adalah program prioritas nan dianggap paling tepat sasaran MBG di 24,5%. Sementara Kartu Indonesia Sehat di 12%, lampau Kartu Indonesia Pintar di 10,7% lampau jasa kesehatan cuma-cuma di 10,6%," ungkapnya.
Survei Poltracking mengatakan 92,1% publik mengetahui tentang program MBG. Adapun 55,6% di antaranya dikatakan puas dengan program tersebut.
"Nah ini catatannya saya kira, jadi antara popularias dengan tingkat kepuasan itu rentangnya sangat jauh dari 92,1% nan puas hanya 55,6%," katanya.
Pihaknya pun mendalami apakah program MBG ini perlu dilanjutkan. Hasilnya, 51,9% responden menjawab program MBG perlu dilanjutkan.
"Lalu kita dalami apakah tetap perlu dilanjutkan? 51,9% nan merasa program MBG itu krusial untuk dilanjutkan, sementara nan minta untuk tidak dilanjutkan ada 35,3%," ujar Masduri.
Berikut hasil survei mengenai apakah program MBG kudu tetap dilanjutkan:
Lanjutkan: 51,9%
Tidak perlu dilanjutkan: 35,3%
Tidak tahu alias tidak jawab: 12,8%
(dwr/knv)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·