Kemensos-ITB Visi Nusantara Perkuat Pemberdayaan Desa & Lulusan Sekolah Rakyat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wamensos Agus Jabo menerima audiensi Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Digital (LP2MD) ITB Visi Nusantara Bogor di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

Kemensos membuka kesempatan kerjasama dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Visi Nusantara Bogor untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat desa sekaligus memperluas akses pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat.

Hal tersebut dibahas dalam audiensi Wamensos Agus Jabo Priyono berbareng Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Digital (LP2MD) ITB Visi Nusantara Bogor di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

Audiensi dihadiri Ketua Yayasan Visi Nusantara Yusfitriadi, Badan Pembina Harian (BPH) ITB Visi Nusantara Bogor Jerry Sumampouw, Rektor ITB Visi Nusantara Bogor Daniel Zuchron, Kepala LP3I Zaenal Abidin Riam, Kepala LP2MD Tino Rahardian, dan Sekretaris LP2MD Abidin. Sementara Wamensos Agus Jabo didampingi Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemensos Adrianus Alla beserta jejeran Tenaga Ahli Menteri.

Wamensos Agus Jabo menerima audiensi Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Digital (LP2MD) ITB Visi Nusantara Bogor di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

ITB Visi Nusantara menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi pada pembangunan masyarakat melalui pendidikan berbasis desa. Kampus nan baru berumur lima tahun itu tengah menyiapkan program satu sarjana untuk satu desa di Kabupaten Bogor nan bakal menjangkau ratusan desa di wilayah tersebut.

Kepala LP2MD ITB Visi Nusantara Bogor, Tino Rahardian, mengatakan pihaknya mau menghadirkan pendidikan nan bisa menjawab beragam persoalan sosial di masyarakat.

“Pendidikan itu memang kudu membebaskan. Membebaskan dari kemiskinan, membebaskan dari kegoblokan dan sebagainya. Sehingga lembaga kami mau sekali berkontribusi, baik di Sekolah Rakyat, mungkin dosen-dosen kami bisa membantu adik-adik siswa-siswi di Sekolah Rakyat, alias juga mungkin lulusan-lulusan Sekolah Rakyat nan mau berkuliah di ITB Vinus,” kata Tino.

Ketua Yayasan Visi Nusantara, Yusfitriadi, menjelaskan bahwa kampus nan didirikannya sedang membangun ekosistem pendidikan nan terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Kami memang sedang membangun sinergi dengan beberapa pihak, terutama nan langsung bergesekan dengan isu-isu di akar rumput, salah satunya adalah Kementerian Sosial. Karena Kementerian Sosial inilah nan meng-create beragam macam program-program di tingkat masyarakat nan saya pikir bakal banyak bergesekan dengan kami sebagai perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor ITB Visi Nusantara Bogor Daniel Zuchron menjelaskan bahwa kampusnya tengah menyiapkan kurikulum berbasis desa nan bermaksud mencetak lulusan nan bisa kembali dan membangun wilayah asalnya.

“Karena kita mau bicara dari desa. Maka 416 desa nan ada di Kabupaten Bogor bakal terisi penuh dan empat tahun mereka bakal kita latih sebagai sarjana desa,” katanya.

Menanggapi perihal tersebut, Agus Jabo menyampaikan bahwa saat ini Kemensos mempunyai tiga mandat utama, ialah pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyaluran support sosial nan tepat sasaran, serta penyelenggaraan Sekolah Rakyat untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Sekolah Rakyat ini program prioritas Bapak Presiden nan dimaksudkan untuk memutus transmisi kemiskinan. Presiden tidak mau jika orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin,” kata Agus Jabo.

Wamensos Agus Jabo menerima audiensi Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Digital (LP2MD) ITB Visi Nusantara Bogor di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

Menurutnya, upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan support sosial. Karena itu, Kemensos terus memperkuat program pemberdayaan agar family penerima faedah dapat berdikari dan bergraduasi dari support sosial.

“Saya berkomitmen sama Pak Menteri, jika kemudian bansos terus-menerus dipertahankan ini tidak produktif. Kita mau hijrah. Masyarakat miskin nan tetap produktif kita intervensi, kita berdayakan,” ujarnya.

Agus Jabo memandang sedikitnya dua kesempatan kerjasama nan dapat segera dikembangkan berbareng ITB Visi Nusantara. Pertama, pemberdayaan masyarakat di desa-desa dengan tingkat kemiskinan tinggi melalui model Kampung Berdaya Kemensos. Kedua, membuka akses pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Rakyat.

“Kita bekerja-sama dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa. Syukur-syukur lulusan-lulusan ITB Vinus bisa menjadi pendamping lantaran punya ilmunya. Kita menyediakan arenanya, kita intervensi modalnya, memberikan pekerjanya, kelak kalian menjadi tim pendamping di sana, jadi kolaborasinya dalam rangka pengentasan kemiskinan caranya dengan pemberdayaan masyarakat di desa-desa” katanya.

Wamensos Agus Jabo menerima audiensi Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Digital (LP2MD) ITB Visi Nusantara Bogor di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026). Foto: Dok. Kemensos

Agus Jabo kemudian menambahkan, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak berakhir ketika siswa lulus SMA. Lulusan nan mau melanjutkan pendidikan tinggi perlu mendapatkan akses agar tujuan memutus rantai kemiskinan dapat melangkah berkelanjutan.

“Maka kudu kita pastikan anak-anak nan lulus dari Sekolah Rakyat ini kudu ditampung di perguruan tinggi jika mereka mau kuliah,” ujarnya.

Untuk itu, Kemensos membuka kesempatan kerja sama dengan ITB Visi Nusantara dalam memberikan akses pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat, khususnya di wilayah Bogor.

“Nanti bisa juga kita bikin MoU antara Kemensos dengan ITB Vinus untuk menampung anak-anak nan lulus SMA, khususnya nan ada di wilayah Bogor,” kata Agus Jabo.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kemensos, Adrianus Alla, menjelaskan bahwa model kerjasama antara kampus, pemerintah, dan bumi upaya saat ini telah diterapkan di sejumlah daerah. Kampus berkedudukan melakukan pendampingan masyarakat, sementara Kemensos membantu intervensi program sekaligus membuka akses pasar melalui beragam mitra usaha.

“Bansos itu sifatnya sementara, tetapi berkekuatan selamanya. Kami berambisi dengan pemberdayaan ini mereka bisa keluar dari penerima bansos sehingga kesempatan itu dapat diberikan kepada masyarakat lain nan lebih membutuhkan,” kata Adrianus.

Audiensi ditutup dengan komitmen untuk menindaklanjuti kesempatan kerja sama antara Kemensos dan ITB Visi Nusantara, khususnya dalam pengembangan program pemberdayaan desa, pengentasan kemiskinan, serta support pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan