Jakarta -
Survei Poltracking Indonesia menunjukkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi nan paling dirasakan manfaatnya oleh publik. Sebanyak 55% responden menyatakan puas terhadap program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka tersebut.
Survei digelar pada 2-8 Maret 2025 dengan total 1.220 responden nan tersebar di seluruh provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka.
Para responden dipilih secara random dengan metode multistage random sampling. Adapun margin of error survei +/- 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti Utama Poltracking Masduri Amwari membeberkan lima program nan paling dominan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Survei menunjukkan program MBG menjadi nan paling dirasakan manfaatnya oleh publik, dengan 36,5% responden menilainya sebagai program paling bermanfaat. Di bawahnya, terdapat support subsidi bayaran (BSU), jasa kesehatan gratis, Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta Kartu Indonesia Sehat (KIS).
"Publik merasa 36,5% MBG program nan paling bermanfaat, diikuti support subsidi bayaran 11%, kemudian jasa kesehatan cuma-cuma 9,6%, KIP 8,6%, dan KIS 7,2%. Setidaknya ada 5 program paling dominan dirasakan manfaatnya," kata Masduri dalam konvensi pers di YouTube Poltracking, Senin (13/4/2026).
Kemudian dari sisi ketepatan sasaran, MBG kembali menempati posisi teratas dengan 32,1%. Selanjutnya diikuti KIP, support subsidi upah, KIS, serta jasa kesehatan gratis. Temuan ini menunjukkan MBG tidak hanya unggul dalam perihal manfaat, tetapi juga dinilai paling tepat sasaran oleh publik.
"Program prioritas paling tepat sasaran lagi lagi MBG di poin pertama di 32,1%, lampau KIP 10,4%, dan Bantuan Subsidi Upah 9,1%, KIS 8,9%, dan Layanan kesehatan cuma-cuma 8,5%," ujar Masduri.
Survei Poltracking terhadap program prioritas Prabowo-Gibran. (Foto: YouTube Poltracking)
Lalu, survei juga mendalami secara unik program MBG. Hasilnya, tingkat awareness publik terhadap program ini sangat tinggi, mencapai 88%. Namun demikian, tingkat kepuasan publik tetap berada di nomor 55%.
"Kita juga mendalami program prioritas MBG, dari info ini 88% publik tahu terhadap program nan sangat terkenal dan fenomenal ini, hanya saja nan puas terhadap program ini di 55%," kata Masduri.
Masduri menilai perlunya langkah komunikasi strategis dari pemerintah untuk meningkatkan penerimaan publik terhadap program MBG. Menurutnya, beragam catatan dan masukan dari masyarakat juga perlu menjadi perhatian utama agar penyelenggaraan program dapat diperbaiki.
"Artinya pemerintah perlu melakukan komunikasi strategis untuk meningkatkan penerimaan publik terhadap makan bergizi gratis. Supaya tingkat kepuasan terhadap keahlian pemerintah berangkaian dengan MBG ini melangkah dengan baik dan nan paling esensial tentu memperbaiki catatan dan masukan nan sejauh ini sangat banyak terhadap program MBG ini," ujarnya.
(eva/dhn)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·