Ilustrasi.(Magnific)
SURAT Al-Baqarah merupakan surat kedua dalam mushaf Al-Qur'an dan merupakan surat terpanjang dengan jumlah 286 ayat. Sebagai bagian dari golongan surat Madaniyah (kecuali ayat 281 nan turun di Mina saat Haji Wada'), surat ini memuat fondasi syariat, akidah, dan hukum-hukum sosial nan menjadi pilar peradaban Islam di Madinah.
Makna Nama dan Nama-Nama Lain
Nama Al-Baqarah berfaedah Sapi Betina. Penamaan ini merujuk pada kisah penyembelihan sapi betina nan diperintahkan Allah SWT kepada Bani Israil untuk mengungkap pelaku pembunuhan misterius (ayat 67-73). Selain Al-Baqarah, para ustadz menyebut beberapa nama lain nan menunjukkan kemuliaannya:
- Fusthatul Qur'an: Kemah besar alias pusat Al-Qur'an, lantaran mencakup nyaris seluruh norma syariat.
- Az-Zahra: nan bercahaya alias cemerlang (bersama Surat Ali 'Imran disebut Az-Zahrawain).
- Sanamul Qur'an: Puncak tertinggi Al-Qur'an.
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Secara keseluruhan, Surat Al-Baqarah tidak turun sekaligus, melainkan berjenjang selama periode Madinah. Beberapa ayat mempunyai karena turun nan spesifik (Asbabun Nuzul), di antaranya:
- Ayat tentang Perubahan Kiblat (Ayat 142-144): Turun sebagai jawaban atas kerinduan Rasulullah SAW untuk menghadap Ka'bah dan sanggahan terhadap hinaan kaum Yahudi.
- Ayat Kursi (Ayat 255): Turun untuk menjelaskan keagungan sifat-sifat Allah nan mutlak, sebagai pembeda dari kepercayaan syirik.
- Kisah Sapi Betina: Turun untuk menunjukkan kekuasaan Allah menghidupkan nan meninggal serta menguji ketaatan Bani Israil nan sering membangkang dan banyak bertanya.
Kandungan Pokok Surat Al-Baqarah
Surat ini laksana ringkasan dari seluruh aliran Islam. Kandungan utamanya meliputi:
- Akidah: Penjelasan tentang sifat-sifat Allah, kenabian, dan hari akhir.
- Hukum Fikih: Mengatur tata langkah salat, puasa Ramadan, zakat, haji, norma nikah-talak, hingga larangan riba dan tata langkah utang-piutang.
- Kisah-Kisah: Sejarah Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, dan sejarah panjang Bani Israil sebagai pelajaran bagi umat Islam.
- Sifat Manusia: Penggolongan manusia menjadi tiga kelompok: Mukmin, Kafir, dan Munafik (dijelaskan secara rinci di awal surat).
Keutamaan Membaca Menurut Ulama dan Hadis
Dalam tradisi keilmuan Asy'ariyah dan Maturidiyah (Ahlussunnah wal Jama'ah), membaca Al-Baqarah dipandang sebagai sarana tabarruk (mengambil berkah) dan perlindungan diri. Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah surat Al-Baqarah, lantaran mengambilnya adalah keberkahan dan meninggalkannya adalah kerugian, serta tukang sihir tidak bakal bisa mengalahkannya." (HR. Muslim).
Pandangan Empat Mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali):
Para fukaha dari empat ajaran sepakat bahwa Surat Al-Baqarah mempunyai kedudukan spesial dalam ibadah:
- Mazhab Syafi'i & Hanbali: Menekankan pentingnya membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah sebelum tidur sebagai pelindung dari segala keburukan.
- Mazhab Maliki & Hanafi: Sering merujuk pada ayat-ayat norma dalam Al-Baqarah sebagai sumber utama (dalil) dalam penetapan fatwa muamalah dan ibadah.
Checklist Amalan mengenai Surat Al-Baqarah
- Membaca Ayat Kursi setiap selesai salat fardu dan sebelum tidur.
- Membaca dua ayat terakhir (285-286) di malam hari.
- Menghidupkan rumah dengan referensi Al-Baqarah agar setan menjauh.
- Mempelajari tafsir ayat-ayat norma (seperti ayat puasa dan haji) untuk kesempurnaan ibadah.
FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan
1. Mengapa dinamakan Sapi Betina?
Untuk mengabadikan mukjizat Allah dalam menghidupkan orang meninggal melalui perantara bagian tubuh sapi betina, sekaligus sindiran atas sifat Bani Israil nan mempersulit diri sendiri.
2. Apa keistimewaan Ayat Kursi di dalam surat ini?
Ayat Kursi (ayat 255) adalah ayat paling agung dalam Al-Qur'an nan memuat nama-nama Allah nan paling mulia (Ismullah al-A'zham).
3. Apakah betul surat ini bisa mengusir gangguan jin?
Ya, berasas sabda sahih, rumah nan dibacakan surat Al-Baqarah tidak bakal dimasuki oleh setan.
4. Apa pesan utama dari kisah Nabi Adam di surat ini?
Tentang amanah manusia sebagai khalifah di bumi dan pentingnya taubat setelah melakukan kesalahan.
5. Bagaimana pandangan ustadz Asy'ariyah terhadap ayat-ayat sifat di Al-Baqarah?
Ulama Asy'ariyah dan Maturidiyah melakukan tanzih (mensucikan Allah dari menyerupai makhluk) dan menggunakan metode tafwidh alias ta'wil nan sesuai dengan keagungan Allah.
6. Apa norma membaca Al-Baqarah untuk orang nan sakit?
Sangat dianjurkan sebagai corak ruqyah syar'iyyah, terutama untuk pengobatan dari pengaruh sihir alias penyakit hati.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun sebagai referensi edukasi mengenai khazanah Al-Qur'an. Untuk pendalaman norma fikih nan lebih spesifik, disarankan merujuk pada kitab tafsir otoritatif seperti Tafsir Al-Qurtubi alias Tafsir Ibnu Katsir.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·