Komisi XI DPR RI berbareng pemerintah menyepakati Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 nan bakal menjadi dasar penyusunan RAPBN 2027. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat kerja nan dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Dewan Komisioner OJK, Kamis (11/6).
Persetujuan ini menjadi penanda rampungnya pembahasan arah kebijakan fiskal dan sasaran ekonomi pemerintah untuk tahun depan. Sebelum diputuskan dalam rapat kerja, pembahasan telah dilakukan melalui Panitia Kerja (Panja) Penerimaan, Panja Pembiayaan dan Defisit, serta Panja Pertumbuhan Ekonomi nan berjalan pada 10-11 Juni 2026.
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta konfirmasi kepada pemerintah mengenai hasil pembahasan panja nan telah disepakati.
“Masing-masing Panja sudah menyampaikan dan saya sudah memberikan resume hasil Panja. Apakah hasil Panja bisa diterima?” tanya Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun kepada pemerintah, Kamis (11/6).
Pemerintah nan diwakili Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan menerima seluruh hasil pembahasan tersebut.
“Kami bisa menerima dan setuju dengan apa nan disampaikan,” jawab Menteri Keuangan Purbaya sebagai wakil pemerintah.
Dalam KEM-PPKF 2027 nan telah disepakati, pemerintah menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen. Sementara itu, inflasi dipatok pada rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen.
Dari sisi fiskal, defisit anggaran ditargetkan berada di kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Adapun nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pemerintah juga menetapkan dugaan suku kembang Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun di level 6,5 persen hingga 7,3 persen.
Selain dugaan dasar ekonomi makro, KEM-PPKF 2027 juga memuat sejumlah sasaran pembangunan. Tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6 persen hingga 6,5 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan berada pada kisaran 4,3 persen hingga 4,87 persen.
Pemerintah juga menargetkan kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen pada 2027. Di saat nan sama, rasio gini ditetapkan pada rentang 0,362 hingga 0,367 sebagai parameter pemerataan pendapatan.
Untuk parameter kesejahteraan lainnya, indeks modal manusia ditargetkan mencapai 0,575, indeks kesejahteraan petani sebesar 0,803, serta pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita berada di kisaran US$ 5.800 hingga US$ 5.840.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·