
Sungai Mahakam mengalami kekeringan akibat tandus panjang. (Foto: Okezone.com/PU)
JAKARTA - Sungai Mahakam mengalami kekeringan akibat tandus panjang. Kondisi ini mulai berakibat pada tersendatnya pengedaran BBM dan bahan pokok ke Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Samarinda, Andri Rachmanto Wibowo, mengatakan penurunan muka air Sungai Mahakam berakibat langsung terhadap transportasi air nan selama ini menjadi salah satu jalur utama untuk mengangkut penumpang, bahan pangan, hingga BBM.
"Dengan kondisi muka air sungai saat ini, transportasi air hanya dapat melayani hingga Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat," ujar Andri dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).
Kondisi tersebut membikin pengedaran bahan pangan dan BBM menuju Kabupaten Mahakam Ulu mengalami kendala. Jalur darat sekarang menjadi satu-satunya akses pengedaran nan dapat digunakan menuju wilayah tersebut.
Namun, penggunaan jalur darat membikin waktu tempuh pengedaran menjadi jauh lebih panjang, ialah mencapai sekitar 2 x 24 jam. Terbatasnya akses pengedaran tersebut turut berakibat pada kesiapan BBM dan kenaikan nilai kebutuhan pokok masyarakat.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan terus memantau kondisi Sungai Mahakam untuk mengantisipasi akibat lebih lanjut akibat penurunan debit air. Pemantauan dilakukan secara intensif oleh BWS IV Samarinda sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi kondisi kemarau.
"Kami instruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk terus memantau kondisi Sungai Mahakam. Hal ini sebagai langkah mitigasi akibat kemarau," kata Menteri PU Dody Hanggodo.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·