Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengaku tetap kesulitan mencari info soal sejumlah penduduk negara Indonesia (WNI) bagian dari relawan armada kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza Palestina nan diculik Israel.
"Jadi kita sudah melakukan komunikasi taman-teman di Kementerian Luar Negeri di Jordan dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita nan di-intercept dan ditahan oleh Israel. Sejauh ini info nan kita terima itu tetap susah lantaran komunikasi nan terbatas," kata Sugiono di kompleks parlemen, Rabu (20/5).
Ia mengapresiasi semangat dari para WNI nan tergabung dalam Global Summit Flotilla itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perihal itu mencerminkan kemauan untuk menciptakan situasi nan lebih baik bagi rakyat Palestina.
"Kita berambisi kondisi mereka baik-baik saja. Kami juga terus melakukan upaya koordinasi lantaran kita tidak punya hubungan langsung. Jadi kita minta tolong kepada teman-teman kita nan pertama mengalami nasib serupa juga dari penduduk negaranya, kemudian dari teman-teman nan ada di Jordan dan Turki," ujarnya.
Per Rabu (20/5), WNI relawan GSF total berjumlah sembilan orang seluruhnya telah ditawan kolonialis Israel.
"Berdasarkan info terkini (07.13 WIB), 9 (sembilan) WNI personil Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) nan tergabung dalam misi GSF 2.0, semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel," kata Juru bicara 1 Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, melalui pernyataan.
(mnf/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·