Sudaryono Pastikan Tak Ada Lagi Pengadaan BGN yang Mengada-Ada

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak bakal ada pengadaan peralatan dan jasa nan tidak mempunyai kebutuhan jelas di lembaga nan dipimpinnya. Ia memastikan setiap anggaran BGN kudu digunakan berasas asas manfaat.

Hal itu disampaikan Sudaryono dalam rapat dengar pendapat (RDP) berbareng Komisi IX DPR RI, Kamis (3/9/2026) malam.

“Jadi kami pastikan di bawah kepemimpinan kami itu tidak ada pengadaan nan mengada-ada. Kami pastikan itu,” kata Sudaryono.

Menurut dia, pengadaan tidak boleh dilakukan hanya lantaran anggaran tersedia. Barang alias jasa nan dibeli kudu betul-betul diperlukan untuk mendukung aktivitas BGN.

“Jadi jika kita pengadaan tuh bukan pengadaan lantaran pengin, tapi pengadaan tuh lantaran memang diperlukan dan dibutuhkan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menyinggung pengadaan TV LED BGN senilai Rp 535,3 miliar nan sebelumnya viral di media sosial. Sudaryono memastikan paket tersebut telah dibatalkan setelah dirinya menjabat Kepala BGN.

Pembatalan dilakukan lantaran pagu anggaran untuk pengadaan tersebut tidak tersedia. Selain itu, Sudaryono menilai TV LED tersebut memang tidak dibutuhkan.

“Saya masuk sebagai Kepala Badan Gizi itu kemudian kami batalkan lantaran memang pagu anggarannya enggak ada. Kemudian ini pengadaan nan menurut saya mengada-ada,” katanya.

Sudaryono juga menegaskan tidak ada shopping modal dalam anggaran BGN 2027. Anggaran lebih dari Rp 240 triliun itu, kata dia, diarahkan untuk penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kebutuhan operasional lembaga.

“Dan Anda bisa lihat di tahun 2027 tuh tidak ada shopping modal. Jadi tidak ada pengadaan nan aneh-aneh,” katanya.

Ia menjelaskan anggaran tersebut dibagi berasas kegunaan program, antara lain untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta operasional.

“Dananya Rp 240 T dikelola oleh MBG. Maksudnya temanya itu, tema pendidikan tuh untuk anak sekolah. Kemudian untuk kesehatan untuk 3B. Kemudian ekonominya untuk operasionalnya kita,” ujar Sudaryono.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita