Proses pendorongan jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Madinah telah selesai pada Senin (22/6). Per Selasa, seluruh jasa operasional haji Indonesia bakal terfokus di Madinah.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan sebanyak 257 golongan terbang (kloter) nan terdiri atas 97.477 jemaah dan 1.028 petugas telah diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah.
“Alhamdulillah, pendorongan terakhir jemaah dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan selesai hari ini. Selanjutnya, jasa operasional bakal sepenuhnya terfokus di Madinah hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia,” ujar Ichsan di Jakarta, Senin (22/6).
Seiring berakhirnya jasa di Makkah, petugas Daerah Kerja Makkah nan telah menuntaskan tugas pelayanan juga dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Senin malam.
Sementara itu, proses pemulangan jemaah terus berlangsung. Sebanyak 367 kloter telah tiba di beragam debarkasi dengan membawa 142.053 jemaah dan 1.468 petugas. Total jemaah dan petugas nan telah kembali ke Indonesia mencapai 143.521 orang.
Adapun jemaah haji unik nan telah kembali tercatat sebanyak 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.
Ichsan mengimbau jemaah nan berada di Madinah tetap menjaga kesehatan, tidak memaksakan aktivitas, mencukupi kebutuhan cairan, beristirahat, serta segera menghubungi petugas andaikan memerlukan bantuan.
Saat beragama di Masjid Nabawi maupun melakukan ziarah, jemaah juga diminta selalu membawa kartu identitas, mengenali letak hotel, dan tidak berjalan seorang diri, terutama bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi.
Hingga saat ini, Petugas Haji telah membantu publikasi 165.486 tasreh Raudhah, terdiri atas 54.506 tasreh bagi jemaah pada fase kehadiran dan 110.980 tasreh bagi jemaah pada fase pemulangan.
Menjelang kepulangan, jemaah diingatkan memastikan paspor, boarding pass, dan arsip perjalanan tersimpan aman. Air zamzam juga tidak diperkenankan dibawa dalam koper bagasi maupun tas kabin lantaran bakal dibagikan secara resmi di debarkasi.
“Kami berambisi nilai kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, dan keikhlasan nan ditempa selama berhaji terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemabruran kudu datang melalui adab nan lebih baik dan faedah nan semakin luas,” pungkas Ichsan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·