Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa penyaluran Biodiesel 50% (B50) secara nasional telah mencapai 80% hingga akhir Agustus 2026.
Pemerintah sekarang hanya mempunyai sisa waktu satu bulan hingga penyaluran biodiesel B50 diimplementasikan secara penuh mulai 1 Oktober 2026.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut bahwa pemerintah terus meningkatkan pengawasan dan pertimbangan di lapangan demi menjamin keamanan dan kesiapan pasokan bagi masyarakat.
"Masih ada 1 bulan lagi. Ya tetap ada 1 bulan lagi. Kalau dari Pertamina sudah nyaris 90%. Kalau dari keseluruhan kan ada BU swasta juga, itu kira-kira 80%-an. Jadi kita lihat kelak sebulan lagi terus kita tetap melakukan pengawasan, ini monitoring dan evaluasinya kita perbanyak gitu lantaran kita mau persiapkan B50 secara jeli ya," ungkapnya beberapa waktu lalu.
Capaian penyaluran di jaringan pengedaran Pertamina tercatat lebih progresif dibandingkan rata-rata nasional dengan nomor mendekati 90%. Eniya menjelaskan bahwa penyaluran B50 sudah menjangkau wilayah Indonesia Timur, termasuk wilayah Papua nan dilayani melalui satu titik serah utama.
"Ini posisinya itu ya antara 75% sampai 80% jika total ya, total. Tapi Pertamina sudah 90%. Jadi kemungkinannya sih sudah sih ya, Papua kan hanya ada satu titik serah," lanjut Eniya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan BBM jenis Solar dengan campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) berbasis minyak kelapa sawit 50% alias biodiesel 50% (B50) pada Kamis (9/7/2026).
Peresmian mandatori B50 ini merupakan agenda strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM khususnya jenis solar dan memperkuat nilai tambah sumber daya alam nasional, serta menjaga ketahanan ekonomi dan kedaulatan daya Indonesia.
Peresmian B50 ini di antaranya dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi & Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dan juga Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, serta Menteri kabinet lainnya.
Prabowo dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan diluncurkannya program B50, Indonesia resmi menjadi negara pertama di Dunia nan menerapkan mandatori biodiesel B50.
"Indonesia resmi menjadi negara pertama di Dunia nan menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekedar pencapaian teknologi, ini bukti Indonesia bisa memanfaatkan kekayaan alam sendiri untuk kepentingan rakyat sendiri," terang Prabowo dalam sambutannya di aktivitas peluncuran B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
"Ini adalah tonggak krusial dalam perjalanan kemandirian energi," tambah Prabowo.
Bagi Prabowo, kemandirian dan kelangsungan hidup suatu bangsa antara lain ditentukan oleh 3 hal. Diantaranya: pertama mampukah bangsa itu menghasilkan pangan untuk rakyat, kedua mampukah bangsa itu mempunyai sumber daya sendiri tidak tergantung bangsa lain. Ketiga mampukah negara itu juga mempunyai sumber air.
"Hari ini saya bangga datang di sini, hari ini saya tunggu-tunggu, dari sejak saya belum dilantik Presiden, ada tim inti saya tim penasehat saya selalu saya tekankan, kudu swasembada pangan, kudu swasembada energi, tidak boleh impor BBM, tidak boleh impor pangan. Dari sejak sebelum saya jadi presiden, sejak saya ketum HKTI. sejak saya menteri pertahanan. konsentrasi saya bakal kelola ini," tegas Prabowo.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirahim pada siang ini hari Senin 9 Juli 2026 dengan rahmat tuhan nan maha besar, saya Prabowo Subianto Presiden Indonesia dengan ini saya luncurkan biodiesel B50," tandasnya.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·