Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Biro Kedokteran Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti memastikan korban nan meninggal bumi akibat tenggelam tetap diidentifikasi selama tidak melewati pemisah pembusukan.
Hal ini disampaikan Hastry mengenai kejadian terbaliknya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Diketahui, hingga saat ini 114 korban telah ditemukan dan enam di antaranya meninggal dunia. Sementara 129 korban lainnya tetap belum ditemukan.
"Batasannya proses pembusukan. Di dalam air jasad bakal lebih sigap membusuk. Biasanya di atas 5 hari sudah mulai ada bagian nan rusak," kata Hastry ralam keterangannya, Rabu (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hastry menyebut Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia telah dikerahkan untuk membantu proses identifikasi terhadap korban.
"Kepolisian bakal membantu pencarian berbareng tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia. Tim DVI ada di setiap Polda di bawak Kabiddokes. Dan untuk musibah terbaliknya KM Virgo, seluruh personil siap untuk berkontribusi," tutur dia.
Disampaikan Hastry, tim DVI bakal berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan lembaga mengenai lainnya dalam proses identifikasi korban.
"Teman-teman DVI di Surabaya dan Banjarmasin telah membuka posko Post Mortem," ucap dia.
Lebih lanjut, Hastry turut menyebut tim DVI juga bakal bersinergi dengan family korban untuk mengumpulkan data-data nan diperlukan selama proses identifikasi korban.
"Tentunya, jika ada properti korban ataupun info dari family sebelum musibah terjadi bakal akan sangat berfaedah bagi tim di lapangan untuk identifikasi," ujarnya.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan lenyap kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). KM Virgo disebut membawa 243 orang nan terdiri dari penumpang, awak kapal hingga kru.
Dalam operasi SAR nan memasuki hari keempat pada Rabu hari ini, Basarnas kembali memperluas area pencarian korban. Operasi SAR ini melibatkan sejumlah aset strategis, baik dari unsur Basarnas, TNI, Polri, maupun BNPB.
"Di laut, Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran hingga 6.120 NM² nan terbagi dalam enam sektor, masing-masing dengan luas sekitar 1.020 NM²," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana kepada wartawan, Rabu.
(dis/fra)
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·