Subsidi TransJabodetabek Capai Rp 410 Miliar, Tarif Baru Dikaji

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengungkapkan nilai subsidi untuk jasa TransJabodetabek saat ini mencapai sekitar Rp 410 miliar.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tetap mengkaji skema penyesuaian tarif jasa transportasi nan menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan besaran subsidi tersebut merupakan support pemerintah untuk menjaga operasional jasa Transjabodetabek nan sekarang terus diperluas guna meningkatkan konektivitas antardaerah di area aglomerasi.

"Subsidinya seperti nan kemarin juga kita informasikan, saat ini untuk TransJabodetabek sekitar Rp 410 miliar," ujar Budi usai apel campuran penertiban parkir liar dan ahli parkir liar di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Meski begitu, Budi belum merinci kemungkinan besaran penyesuaian tarif nan bakal diterapkan. Menurut dia, pembahasan mengenai tarif tetap dalam tahap pengkajian oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Ini sedang kami kaji (kisaran penambahan tarif) dan kelak bakal kami informasikan lebih lanjut mengenai perihal tersebut," kata Budi.

Sejumlah Rute TransJabodetabek Akan Penyesuaian Tarif

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan sejumlah rute TransJabodetabek bakal dilakukan penyesuaian tarif pada bulan ini, salah satunya Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

"Untuk tarif TransJabodetabek Blok M-Soekarno Hatta, segera bakal kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita bakal memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga TransJabodetabek lainnya nan perlu penyesuaian," kata Pramono.

Menurut dia, penyesuaian itu perlu dilakukan lantaran jumlah subsidi nan terlalu besar. Untuk itu, Pramono memutuskan segera menyesuaikan tarif TransJabodetabek di beberapa rute.

Kendati demikian, Pramono belum merinci rute mana saja nan bakal dilakukan penyesuaian tarif tersebut.

Tarif TransJabodetabek Dikaji, Daya Beli jadi Pertimbangan Pemprov DKI

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan rencana penyesuaian tarif sejumlah rute TransJabodetabek tetap mempertimbangkan keahlian ekonomi masyarakat.

Menurut Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim, jasa TransJakarta, termasuk TransJabodetabek, mengemban kegunaan pelayanan publik, sehingga aspek keterjangkauan tarif menjadi perhatian utama pemerintah.

"Pemprov DKI Jakarta tetap berpegangan pada prinsip bahwa TransJakarta (termasuk TransJabodetabek) ada unsur Public Service Obligation (PSO) nan tentu salah satunya mengedepankan pertimbangan keahlian ekonomi masyarakat," ujar Chico saat dihubungi di Jakarta, melansir Antara, Minggu 7 Juni 2026.

Kendati demikian, Chico menyebut hingga saat ini belum diputuskan berapa tarif unik untuk TransJabodetabek. Dia juga tidak merinci rute mana saja nan nantinya bakal dilakukan penyesuaian tarif. Menurut Chico, perihal ini tetap dalam pembahasan internal.

"Masih dalam proses pembahasan di internal," tandas Chico.

Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita