Ilustrasi(magnifik)
PERNAH merasa dada panas alias asam lambung naik ketika sedang banyak pikiran? Kondisi tersebut bukan sekadar kebetulan. Selain makanan dan pola hidup, stres serta kekhawatiran juga dapat berangkaian dengan munculnya indikasi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
GERD terjadi ketika isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi terbakar di dada (heartburn), rasa masam alias pahit di mulut, hingga rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
Saat Pikiran Tertekan, Lambung Ikut Bereaksi
Ketika seseorang mengalami stres, tubuh berada dalam kondisi siaga dan melepaskan hormon seperti kortisol serta adrenalin. Jika berjalan terus-menerus, kondisi tersebut dapat memengaruhi sistem pencernaan dan memperburuk keluhan pada lambung.
Gejalanya bisa berupa nyeri ulu hati, kembung, rasa terbakar di dada, hingga sensasi masam nan naik ke tenggorokan. Karena itu, mengelola stres menjadi bagian krusial bagi orang nan kerap mengalami GERD.
GERD dan Kecemasan Bisa Saling Berkaitan
Hubungannya rupanya tidak berakhir pada stres nan memicu keluhan lambung. Gejala GERD sendiri juga dapat membikin seseorang semakin cemas.
Rasa nyeri alias panas di dada, misalnya, bisa membikin penderita cemas mengalami masalah jantung. Kebiasaan mencari info mengenai indikasi di internet tanpa pemeriksaan medis juga dapat meningkatkan kecemasan.
Dalam tulisan EMC Healthcare, dr. Eva Suryani, Sp.KJ dan dr. Dedy G. Sudrajat, Sp.PD, KGEH, FINASIM menjelaskan bahwa aspek bentuk dan psikologis dapat muncul bersamaan. Karena itu, penanganannya terkadang memerlukan pendekatan dari sisi penyakit dalam sekaligus kesehatan jiwa.
Jangan Hanya Fokus pada Lambung
Jika GERD terus berulang meskipun sudah mendapatkan pengobatan, aspek stres dan kekhawatiran patut diperhatikan. Bukan berfaedah semua GERD disebabkan oleh pikiran, tetapi kondisi mental dapat menjadi salah satu aspek nan memperburuk gejala.
Selain menjaga pola makan, penderita perlu memperhatikan kondisi emosional, beristirahat cukup, dan mencari support ahli jika stres alias kekhawatiran mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Nyeri dada, susah menelan, rasa terbakar nan sering muncul, alias gangguan tidur akibat refluks sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan master diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan nan sesuai.
Sumber: EMC Healthcare
English (US) ·
Indonesian (ID) ·