Feby Novalius
, Jurnalis-Kamis, 12 Februari 2026 |14:10 WIB

Pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan pemisahan Kementerian Energi dan Kementerian Sumber Daya Mineral sebagai langkah strategis. (Foto: Okezone.com/Feby)
JAKARTA – Pemerintah dinilai perlu mempertimbangkan pemisahan Kementerian Energi dan Kementerian Sumber Daya Mineral sebagai langkah strategis menghadapi tantangan daya abad ke-21. Pemisahan ini diyakini dapat memperjelas konsentrasi kebijakan, memperkuat akuntabilitas, serta mendukung percepatan transisi daya dan pengelolaan sumber daya mineral secara lebih efektif.
Beberapa kebijakan sebelumnya menunjukkan efektivitas pemisahan kementerian dalam meningkatkan keahlian birokrasi, antara lain pemisahan Kementerian Hukum dan HAM menjadi Kementerian Hukum dan Kementerian HAM, pembentukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan nan dikoordinasikan oleh kementerian koordinator, pemecahan Kemendikbudristek menjadi tiga kementerian, serta pemisahan Kementerian Agama menjadi Kementerian Agama dan Kementerian Haji.
Keberhasilan langkah-langkah tersebut menjadi pertimbangan bahwa pemisahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dapat menjadi strategi relevan untuk memaksimalkan peran masing-masing sektor dalam menghadapi dinamika daya dan sumber daya alam Indonesia.
Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria, mengatakan penggabungan daya dan pertambangan selama ini mempunyai dasar historis lantaran daya identik dengan batu bara, minyak, dan gas. Namun, paradigma tersebut telah berubah.
“Energi sekarang bukan sekadar hasil ekstraksi sumber daya alam, melainkan bagian dari sistem besar nan mencakup transisi energi, dekarbonisasi, pengembangan daya baru terbarukan, kendaraan listrik, hingga transformasi jaringan listrik nasional. Energi adalah rumor ketahanan nasional sekaligus pelayanan publik strategis,” ujar Sofyano.
Sementara itu, sektor mineral mempunyai karakter berbeda. Fokusnya meliputi tata kelola pertambangan, hilirisasi, pengawasan izin, reklamasi pascatambang, serta penyelesaian bentrok sosial dan lingkungan. Tantangannya lebih spesifik lantaran berangkaian dengan pengelolaan sumber daya alam nan terbatas dan berisiko tinggi, tambahnya.
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·