Strategi 4-4-2, Cara Warga Cipinang Melayu Taklukkan Titian Licin Panjat Pinang

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Amir (27) dan Tim Usai Memenangkan Lomba Panjat Pinang pada "Semarak Kalimalang" dalam Rangka HUT ke-81 RI oleh RW. 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta, Minggu (16/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Minggu siang itu, tubuh Ilham (40) sudah penuh oli. Badan dan celananya kotor, sementara bagian dadanya tetap terasa nyeri setelah dua kali terjatuh saat mencoba menaklukkan titian pinang.

Namun, dua kegagalan itu tidak membikin Ilham dan timnya menyerah. Mereka kembali menyusun strategi sebelum percobaan ketiga. Kali ini, mereka tidak lagi memaksakan seluruh personil tim untuk naik bersamaan.

"Saya dua kali gagal, percobaan ketiga alhamdulillah dapat. Tapi dengan saya jatuh ke air, jatuh dada duluan sampai nyesek tuh merah tuh. Ya itu perjuangannya sangat berat benar-benar," kata Ilham seusai mengikuti lomba titian pinang dalam aktivitas "Semarak Kalimalang" di RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (16/8).

Menurut Ilham, kegagalan kedua terjadi lantaran timnya salah strategi. Mereka sempat berkompetisi untuk mencapai bagian atas lebih dulu sehingga justru saling mendorong dan kehilangan keseimbangan.

"Iya, jadi kita berlomba-lomba untuk naik paling atas sendiri jadi kita terdorong nafsu lah jadi gitu. Jadi kita sampai bawah kita atur strategi lantaran olinya sudah berkurang, barulah kita hanya dua aja naik udah cukup dah," ujar dia.

Setelah turun, mereka mengubah langkah bermain. Kondisi titian nan sudah sedikit lebih kering membikin kesempatan untuk mencapai bagian atas lebih besar.

Ilham kemudian menerapkan pola sederhana nan dia sebut seperti susunan sepak bola 4-4-2. Empat orang tetap menjadi satu tim, tetapi hanya dua orang nan naik untuk meniti bagian atas. Dua personil lainnya membantu dari bawah.

"Tapi jika sudah seperti ini olinya sudah hilang, jadi membahu-membahunya itu hanya sampai bawah aja dua orang naik ke atas, nan bawah udah, istirahat. Cukup dua aja nan saling bantu-membantu, udah gitu dah. Karena jika dipaksain semuanya nggak bakal nyampe, gitu," jelas Ilham

Strategi itu akhirnya membuahkan hasil. Tim Ilham sukses meraih juara ketiga. Hadiahnya berupa kipas dan sejumlah peralatan lain nan kemudian bakal dibagi berbareng personil tim.

Indra (20) Usai Lomba Panjat Pinang pada "Semarak Kalimalang" dalam Rangka HUT ke-81 RI oleh RW. 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta, Minggu (16/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Bagi Ilham, bingkisan tersebut bukan satu-satunya argumen mereka mengikuti lomba. Setiap tahun, dia memang menjadi perwakilan tim untuk RT-nya dalam lomba nan sama.

"Kita demi memeriahkan HUT RI dan satu juga untuk membanggakan dari RT kita masing-masing kan ditunjuk, lantaran dari setiap RT itu kita bisa membawa nama RT kita berapa, untuk mewakili dari warga-warganya," ujar dia.

Ilham mengatakan, tantangan terbesar dalam titian pinang justru berada pada kondisi oli nan tetap tebal di bagian awal. Menurut dia, peserta nan mendapat giliran terakhir mempunyai untung lantaran sebagian oli sudah berkurang setelah digunakan peserta sebelumnya.

"Kalau kita naik awal-awal, nggak mungkin bisa nyampe atas. Karena olinya tetap banyak," tegasnya.

Lomba titian pinang tersebut menjadi bagian dari rangkaian "Semarak Kalimalang", pesta rakyat nan digelar RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu untuk memperingati HUT ke-81 RI.

Ketua RT 006/04, Banu (51), mengatakan aktivitas tersebut merupakan agenda rutin nan digelar setiap Agustus. Selain titian pinang dan panjat pinang, rangkaian perlombaan juga mencakup gebuk bantal.

"Ini aktivitas rutin tahunan, ini pesta rakyat di setiap bulan Agustus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ini arena rutin di setiap bulan Agustus merupakan pesta rakyat lah di Jakarta Timur," jelas dia.

Ilham (40) dan Tim Usai Memenangkan Lomba Panjat Pinang pada "Semarak Kalimalang" dalam Rangka HUT ke-81 RI oleh RW. 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta, Minggu (16/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Kemeriahan penduduk belum berakhir. Rangkaian aktivitas berjalan selama dua hari, 16 dan 17 Agustus 2026. Puncaknya dijadwalkan berjalan pada Senin (17/8).

Ada bingkisan nan membikin penduduk semakin bersemangat. Menurut Banu dan sejumlah peserta, bingkisan utama pada rangkaian lomba berikutnya berupa sepeda motor listrik nan disebut merupakan support dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Ini ada bingkisan utama dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Gibran Rakabuming Raka. Namun untuk hadirnya Bapak Gibran saya juga belum mengetahui secara jelasnya. Di tahun lampau Bapak Gibran datang, di tahun ini saya belum tahu," kata Banu.

Lalu, Ilham nan sudah sukses meraih juara ketiga, juga memastikan dirinya tetap bakal kembali bertanding pada hari berikutnya. Namanya sudah tercatat sebagai perwakilan RT.

Jika pada Minggu dia kudu jatuh dua kali demi meraih juara ketiga, targetnya pada hari puncak tentu lebih tinggi. Strategi pun sudah disiapkan sejak dari bawah.

"Besok bener kudu mati-matian. Kita atur strategi dari darat dulu," kata Ilham dengan semangat.

Lalu dia menyebut susunan nan bakal digunakan timnya. "Kita pakai susunan 4-4-2 kayak bola," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan