Niko Prayoga
, Jurnalis-Senin, 17 Agustus 2026 |21:05 WIB

Ilustrasi anak chubby. (Foto: dok Magnific)
JAKARTA — Bagi sebagian besar orang tua di Indonesia, memandang si mini tumbuh dengan tubuh nan menggemaskan, pipi tembam, dan lipatan lemak di lengan sering kali dianggap sebagai pemandangan nan menenangkan hati. Bahkan, tak sedikit lingkungan masyarakat nan tetap memelihara stigma bahwa anak nan gendut dan banyak makan adalah gambaran dari anak nan sehat dan terawat dengan baik.
Tak heran jika timbul kejadian di mana para orang tua merasa resah dan panik luar biasa ketika memandang anaknya terlihat lebih mini alias lebih ramping dibandingkan anak-anak seusianya. Demi mengejar penampilan bentuk nan 'gemoy', beragam langkah pun ditempuh, mulai dari memberikan porsi makan berlebih hingga memborong susu dan asupan tinggi kalori secara impulsif.
Padahal, obsesi mengejar berat badan tanpa memperhatikan norma medis justru menyimpan potensi akibat kesehatan nan sangat serius bagi masa depan sang buah hati.
Dokter Spesialis Anak sekaligus health influencer, Ardi Santoso dalam unggahan video di akun Instagramnya memberikan edukasi bagi para orang tua. Ia membujuk para orang tua untuk mulai mengubah pola pikir dalam memantau tumbuh kembang anak.
“Stop obsesi anak kudu gemuk. Ayah Bunda, tetap berpikir anak gendut dan chubby itu berfaedah anak sehat? Ini salah satu miskonsepsi nan tetap sering terjadi,” kata dr. Ardi, dikutip Senin (17/8/2026).
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·