
Bunker bawah tanah tempat penyimpanan rudal Iran.
JAKARTA – Perang nan dikobarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari ke-14 tanpa tanda-tanda bakal berhenti. Serangan nan dilancarkan AS dan Israel dibalas oleh tembakan rudal Iran ke wilayah dan aset-aset krusial milik kedua agresor tersebut.
Bahkan di Israel, rudal Iran seakan tak henti-henti menghujani wilayah negara Zionis. Saking banyaknya serangan, sistem pertahanan udara Israel dikabarkan sudah tidak bisa menangkis rudal-rudal Iran dengan pencegat nan jumlahnya kritis dan nyaris habis.
Ribuan rudal telah diluncurkan Iran ke beragam sasaran milik AS dan Israel sejak bentrok bermulai pada 28 Februari. Washington terus mengatakan bahwa Teheran bakal segera kehabisan stok rudal, tetapi nyatanya serangan Iran terus menghantam.
Pasca perang 12 hari dengan Israel pada Juni 2025, pejabat Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa Iran mempunyai keahlian militer nan cukup untuk menyerang Israel dan akomodasi Amerika Serikat (AS) selama dua tahun non-stop.
"Saat ini, gudang, pangkalan rudal bawah tanah, dan akomodasi nan kami miliki sangat besar sehingga kami belum menunjukkan sebagian besar keahlian pertahanan dan rudal efektif kami," kata Penasihat Militer IRGC, Mayor Jenderal Ebrahim Jabbari, dalam wawancara dengan instansi buletin semi-resmi Iran, Mehr, pada Juni 2025.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·