Stok Rudal AS Terkuras 50 Persen, Butuh 5 Tahun untuk Pulih

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Stok Rudal AS Terkuras 50 Persen, Butuh 5 Tahun untuk Pulih Stok rudal Amerika Serikat terkuras hingga 50% setelah bentrok dengan Iran. Pentagon butuh 3-5 tahun untuk memulihkannya.(Dok. Antara)

Militer Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan signifikan dalam stok rudal strategis setelah bentrok selama tujuh minggu dengan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius mengenai kesiapan menghadapi bentrok besar di masa depan.

Laporan CNN (21/4) nan mengutip kajian Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkap penggunaan amunisi dalam skala besar telah menggerus persediaan senjata utama AS.

Dalam periode tersebut, sekitar 45% Rudal Serangan Presisi (PrSM) telah digunakan. Selain itu, setidaknya separuh stok pencegat THAAD dan nyaris 50% rudal Patriot juga terkuras.

Tak hanya itu, penggunaan juga mencakup sekitar, 30% rudal Tomahawk, lebih dari 20% JASSM, sekitar 20% rudal SM-3 dan SM-6. Angka ini disebut sejalan dengan perkiraan internal Pentagon nan berkarakter rahasia.

Meski Pentagon telah menandatangani perjanjian peningkatan produksi rudal, proses pemulihan stok diperkirakan menyantap waktu 3 hingga 5 tahun, apalagi dengan kapabilitas produksi nan ditingkatkan.

Dalam jangka pendek, AS tetap dinilai mempunyai cukup amunisi untuk melanjutkan operasi terhadap Iran jika bentrok kembali pecah. Namun, stok tersebut belum memadai untuk menghadapi kekuatan besar seperti Tiongkok.

“Penggunaan amunisi nan tinggi menciptakan celah kerentanan, terutama di area Pasifik Barat,” ujar Mark Cancian, analis CSIS dan pensiunan Kolonel Marinir AS.

Ia menambahkan, pengisian kembali stok memerlukan waktu hingga empat tahun, dan beberapa tahun tambahan untuk mencapai level ideal.

Sementara itu, Pentagon menegaskan kesiapan militer tetap terjaga. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa militer AS tetap mempunyai keahlian penuh untuk menjalankan operasi sesuai pengarahan pemerintah.

Laporan ini menyoroti tantangan besar AS dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan tempur dan keberlanjutan stok persenjataan di tengah dinamika geopolitik global. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia