Musik Klasik Dianggap 'Niche', Andrea Bocelli: Masalahnya Ada di Promosi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Poster tur 30 tahun berkarya Andrea Bocelli berjudul 'Romanza World Tour' di Indonesia, Kamis (20/8/2026). Foto: Hosana Solagracia Sifra/kumparan

Musik klasik kerap lekat sebagai aliran nan tersegmentasi (niche), kaku, dan susah menjangkau generasi muda. Menanggapi dugaan tersebut, vokalis tenor legendaris Andrea Bocelli, justru punya pandangan berbeda jelang lawatannya ke Indonesia dalam rangkaian Romanza World Tour 2026.

Andrea Bocelli menegaskan, musik klasik punya daya pikat nan universal dan bisa menyentuh emosi lintas usia. Menurutnya, halangan bukan terletak pada selera penonton muda, melainkan minimnya eksposur di ranah media massa.

"Begini, masalah musik klasik sebenarnya hanyalah persoalan promosi dari repertoar tersebut," kata Bocelli saat bertemu pers virtual.

Penyanyi kelahiran Italia ini menceritakan pengalamannya saat manggung di konser dunia. Selama ini, dia mengaku selalu dapat respons hangat dari penonton lintas generasi.

"Sebab ketika saya pergi ke gedung-gedung pagelaran teater besar untuk menyanyi maupun untuk mendengarkan musik klasik, saya selalu mendapati penonton nan sangat konsentrasi dan antusias, baik kalangan muda maupun nan lebih tua," ucap Bocelli.

Andrea Bocelli tampil dalam upacara pembukaan menjelang pertandingan sepak bola Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Mexico City, Mexico City, pada 11 Juni 2026. Foto: Carl De Souza / AFP

Andrea Bocelli soal Musik Klasik

Menurut Bocelli, musik klasik meninggalkan kesan bagi siapa saja nan mendengarkannya tanpa sekat usia.

"Jadi, semua orang nan mempunyai kesempatan untuk mendengarkan aliran musik ini, dan dengan pengalaman tersebut mereka merasa diperkaya dan bahagia," ujarnya.

Kendati demikian, Bocelli tidak menutup mata terhadap realitas industri penyiaran hari ini nan jarang memberi ruang pada orkestra maupun vokal tenor.

"Masalahnya adalah, sayangnya saat ini radio dan media massa pada umumnya tidak menyuguhkan dan tidak mempromosikan aliran musik ini," imbuh Bocelli.

Andrea Bocelli tampil di atas panggung dalam sebuah konser cuma-cuma di Alun-alun Zocalo, Mexico City, pada 18 April 2026. Foto: Carl De Souza / AFP

Lawatannya ke Indonesia dalam waktu dekat dianggap Bocelli sebagai salah satu upaya mengenalkan musik klasik di Indonesia.

Bocelli siap tampil maksimal di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan JIExpo Kemayoran pada 3 November 2026.

"Saya tidak mengerti bahasa Anda dan saya tidak mengetahui lagu-lagu Indonesia. Namun, seperti nan telah saya sampaikan sebelumnya, saya bakal berupaya tiba dalam kondisi bentuk nan prima dan mempersembahkan kepada masyarakat Indonesia nan terbaik dari diri saya dan nan terbaik dari repertoar musik saya," tutup Bocelli.

Tiket seremoni 30 tahun Romanza karya Andrea Bocelli dapat dibeli melalui tiket.com dan andreabocelli-indonesia.com, dengan nilai tiket berkisar antara Rp 1,2 juta hingga Rp 7,5 juta, tergantung kategori dan letak panggung nan dipilih.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan