Tangguh Yudha
, Jurnalis-Senin, 14 September 2026 |22:03 WIB

Beras (Foto: Okezone)
JAKARTA - Stok beras Bulog turun menjadi 4,722 juta ton dari sebelumnya mencapai 5,4 juta ton. Direktur Utama Bulog, Rizal, mengungkap penurunan stok tersebut disebabkan tingginya penyaluran beras untuk support pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Sekarang nan ada di penyimpanan sudah turun. nan kemarin 5,4 juta ton, sekarang tinggal 4,722 juta ton," kata Rizal saat menerima kunjungan Komisi XI DPR di Kantor Bulog, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
Rizal menjelaskan, salah satu penyebab penurunan stok adalah penyaluran support pangan periode Februari-Maret. Dalam program tersebut, support diberikan kepada 33,2 juta penerima faedah sebanyak dua kali.
"Kenapa angkanya jadi turun? Karena sudah banyak untuk support pangan bulan Februari-Maret itu sebanyak 33,2 juta penerima faedah dikali dua, itu lebih kurang sekitar 600.000 ton," jelas Rizal.
Selain itu, Bulog kembali menyalurkan support pangan untuk periode Juli, Agustus, dan September. Total beras nan dikeluarkan untuk program tersebut nyaris mencapai 1 juta ton. Stok Bulog juga berkurang akibat penyaluran beras melalui program SPHP.
"Ditambah lagi penyaluran SPHP, SPHP nan kami salurkan di awal tahun sampai hari ini sudah mencapai 800.000 ton. Jadi keluarnya cukup banyak alhamdulillah," lanjutnya.
Di sisi lain, Rizal menyampaikan stok beras Bulog di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini mencapai 22.051 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 21.000 ton berada di gudang, sedangkan 802 ton lainnya berada dalam pengolahan lokal dan regional.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·