loading...
Warga membawa poster penolakan pembangunan pusat info AI. Ekspansi prasarana komputasi di Amerika Serikat menghadapi sorotan atas kebutuhan listrik dan dampaknya bagi masyarakat. Foto: ist
TEXAS - Belanja prasarana kepintaran buatan (AI) nan diperkirakan mendekati USD1 triliun per tahun menghadapi halangan politik di Amerika Serikat. Penolakan pembangunan pusat info berpotensi memperlambat mesin pertumbuhan ekonomi tersebut.
Analisis David Goldman di CNN, 5 November 2026, mengutip Goldman Sachs: mulai Januari, negara bagian ketua Demokrat pendukung ekspansi moratorium mencakup 45 persen kapabilitas pusat info nan direncanakan. Angka itu tidak berfaedah seluruh proyek di wilayah tersebut otomatis dihentikan.
Ekonom Columbia Business School Stijn Van Nieuwerburgh memperkirakan shopping tahunan tersebut mendekati USD1 triliun, sekitar Rp17.900 triliun dengan kurs ilustrasi Rp17.900 per USD. Menurut ahli ekonomi ING, investasi AI menyumbang hingga seperempat pertumbuhan ekonomi AS tahun ini.
Rem dari Texas

Pembangunan pusat info AI Stargate Oracle di Abilene, Texas, pada 26 Agustus 2026. Ekspansi prasarana komputasi menghadapi sorotan atas kebutuhan listrik. Foto: Brandon Bell/Getty Images
Texas menampung seperempat rencana pembangunan prasarana AI AS. Gubernur terpilih Gina Hinojosa berkampanye memperpanjang moratorium pendahulunya, Greg Abbott, sampai tersedia patokan lebih kuat. Pemerintah Texas sebelumnya mengumumkan penghentian perizinan pusat info sembari menunggu audit kelistrikan.
Demokrat juga merebut bangku gubernur di Nevada, Georgia, dan Ohio. Usulan pembatasan mencakup penghentian insentif pajak, pengetatan ketentuan suasana dan listrik, serta kewenangan moratorium pemerintah lokal.
11 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·