Stasiun Bekasi Timur Kembali Dibuka, Kecepatan KA Jarak Jauh Dibatasi 30 Km/Jam

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Sejumlah wartawan mendokumentasikan rangkaian KRL Commuter Line nan melintas kembali pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Stasiun Bekasi Timur kembali dibuka pasca kecelakaan KRL Kampung Bandan-Cikarang dan KA Argo Bromo. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan, jalur hilir kereta api nan terdampak kecelakaan telah dibuka pada Selasa (28/4) pukul 01.30 WIB.

Dengan dibukanya jalur hilir, maka KA Jarak Jauh (KAJJ) dari arah timur sudah bisa melintas. Seiring dengan itu, pembersihan jalur hulu dari puing-puing sisa kejadian juga telah rampung pada Rabu (29/4) pukul 02.00 WIB.

“Kami berbareng KNKT telah memastikan keselamatan penggunaan jalur ini untuk kereta jarak jauh, meskipun tetap dilakukan pembatasan kecepatan 30 km/jam di area stasiun,” kata Bobby dalam keterangannya hari ini.

Bobby juga memastikan ada dua posko tanggap darurat nan berlokasi di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir selama masa pemulihan pascainsiden, dalam 14 hari ke depan.

Warga menaiki rangkaian KRL Commuter Line dari Stasiun Cikarang nan melintas di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pada kesempatan nan sama, Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan pembukaan Stasiun Bekasi Timur bakal mengutamakan aspek keselamatan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan proses clearance.

Sebelum Stasiun Bekasi Timur dibuka, pihaknya telah lebih dulu melakukan persiapan uji rel hingga persinyalan. Sebab, nan paling utama adalah aspek keselamatan.

Sementara mengenai perkembangan penanganan dan jasa kereta api pasca kecelakaan, Dudy mengungkap korban meninggal bumi menjadi 16 penumpang dan 90 penumpang luka-luka.

“38 penumpang sudah diperbolehkan pulang,” imbuhnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan