Keberhasilan mempertahan kansertifikasi ISO 22301:2019 menjadi bukti komitmen PT Pegadaian dalam menjaga keandalan dan keberlanjutan jasa kepada masyarakat.(Dok. PT Pegadaian)
MENJAGA jasa tetap melangkah di tengah beragam potensi gangguan operasional menjadi salah satu tantangan nan dihadapi industri jasa keuangan. Untuk memastikan keberlangsungan jasa kepada masyarakat, PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah IX Jakarta 2 kembali mempertahankan sertifikasi internasional ISO 22301:2019 untuk Business Continuity Management System (BCMS) alias Sistem Manajemen Keberlangsungan Usaha setelah sukses melalui audit komprehensif terbaru.
Sertifikasi nan diterbitkan oleh British Standards Institution (BSI) tersebut secara unik mencakup ruang lingkup Sistem Manajemen Keberlangsungan Usaha dalam memberikan jasa penyaluran pinjaman dengan proses gadai di Kantor Wilayah IX Jakarta 2. Sertifikasi ini menegaskan bahwa proses upaya penyaluran pinjaman berbasisgadai di wilayah tersebut telah didukung sistem nan dirancang untuk menjaga keberlangsungan operasional sekaligus memberikan perlindungan terhadap beragam potensi disrupsi nan dapat memengaruhi layanan.
Keberhasilan mempertahankan sertifikasi tersebut didasarkan pada hasil audit komprehensif nan diselesaikan pada 17 Juli 2026. Melalui audit berkala itu, masa bertindak sertifikasi diperpanjang hingga 8 September 2028, melanjutkan sertifikasi nan pertama kali diperoleh pada 9 September 2022. Periode sertifikasi nan bertindak saat ini efektif sejak 9 September 2025.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan keberhasilan mempertahan kansertifikasi ISO 22301:2019 menjadi bukti komitmen seluruh jejeran perusahaan dalam menjaga keandalan dan keberlanjutan jasa kepada masyarakat, khususnya pada jasa penyaluran pinjaman berbasis gadai.
Menurutnya, di tengah dinamika akibat dan ketidakpastian dunia nan terus berkembang, Pegadaian terus memastikan operasional upaya mempunyai ketahanan nan kuat sehingga masyarakat tetap dapat mengakses jasa finansial secara aman, cepat, dan tanpa hambatan, termasuk ketika menghadapi kondisi darurat.
"Keberhasilan mempertahankan sertifikasi ISO 22301:2019 ini merupakan bukti nyata dari komitmen seluruh jejeran PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah IX Jakarta 2 dalam menjamin keandalan dan keberlanjutan jasa kami kepada masyarakat. Di tengah dinamika akibat dan ketidakpastian dunia saat ini, kami memastikan operasional upaya Pegadaian mempunyai ketahanan nan kokoh sehingga pengguna tetap dapat mengakses solusi finansial kami dengan aman, cepat, dan tanpa halangan dalam kondisi darurat sekalipun," ujar Maryono dikutip dari siaran pers nan diterima, Jumat (17/7).
Melalui penerapan standar ini, organisasi dituntut mempunyai perencanaan nan matang untuk mengantisipasi gangguan, menjaga proses upaya tetap berjalan, serta mempercepat pemulihan operasional andaikan terjadi situasi darurat.
Di Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2, penerapan standar tersebut diwujudkan melalui penyusunan Business Continuity Plan (BCP), prosedur pemulihan bencana, serta sistem mitigasi akibat nan disusun secara proaktif. Sistem tersebut dipersiapkan untuk menghadapi beragam skenario gangguan, mulai dari musibah alam, gangguan prasarana teknologi informasi, hingga krisis operasional lain nan berpotensi mengganggu jasa kepada masyarakat.
Keberhasilan mempertahankan sertifikasi secara berkepanjangan juga menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG). Dengan sistem keberlangsungan upaya nan telah memenuhi standar internasional, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 berambisi dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat sebagai mitra finansial nan bisa menjaga jasa tetap tersedia dalam beragam situasi.
Sertifikasi nan bertindak hingga September 2028 tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 untuk terus memperkuat ketahanan operasional, meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan, serta memastikan jasa penyaluran pinjaman berbasis gadai tetap melangkah secara optimal meski dihadapkan pada beragam potensi akibat dan disrupsi operasional. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·