SPPG Boros Rp 1 T/Bulan, PDIP Usul MBG Disetop Sementara Saat Libur Sekolah

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR sekaligus Ketua DPP PDIP, Charles Honoris, menanggapi pernyataan Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan mengenai pembengkakan ribuan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Charles mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dihentikan sementara saat libur sekolah.

"Saya kira pernyataan Pak Zulhas kudu menjadi sirine serius bagi semua pihak. Kalau memang ada potensi pemborosan sampai Rp 1 triliun per bulan, tentu ini tidak bisa dianggap sepele. Apalagi saat ini kondisi fiskal negara juga sedang menghadapi banyak tekanan dan kebutuhan anggaran di sektor lain tidak kalah besar," kata Charles kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Charles mengatakan libur sekolah mendatang sebaiknya dimanfaatkan untuk menghentikan sementara program MBG. Hal ini dilakukan untuk pertimbangan menyeluruh terhadap tata kelola program.

"Menurut saya, momentum libur sekolah nan bakal datang bisa dimanfaatkan untuk melakukan penghentian sementara penyelenggaraan program MBG sembari dilakukan pertimbangan menyeluruh terhadap tata kelola program. Evaluasi ini krusial agar pemerintah bisa memandang secara objektif apa saja nan sudah melangkah baik dan apa nan perlu diperbaiki," ungkapnya.

Komisi IX DPR pun meminta pemerintah melakukan audit seluruh dapur SPPG nan beroperasi. Dengan demikian, lanjutnya, kasus keracunan terhadap siswa pun bisa dihindari.

"Selama masa evaluasi, pemerintah perlu melakukan audit terhadap seluruh dapur SPPG nan beroperasi, baik dari aspek keamanan pangan, kualitas makanan, efisiensi anggaran, maupun tata kelola pengadaannya. Dapur-dapur nan terbukti tidak memenuhi standar alias sudah berulang kali menyebabkan kasus keracunan tidak cukup hanya diberi teguran, tetapi kudu ditutup secara permanen," kata dia.

"Kita tidak boleh lupa bahwa hingga saat ini sudah lebih dari 40 ribu anak menjadi korban keracunan makanan dalam penyelenggaraan program ini. Karena itu keselamatan dan kualitas jasa kudu menjadi prioritas utama," tambahnya.

Ia berambisi parameter keberhasilan program MBG tak hanya diukur dari berapa banyak penerima faedah alias berapa besar anggaran nan dibelanjakan. nan penting, katanya, program tersebut sukses memperbaiki status gizi anak-anak nan membutuhkan.

"Jadi menurut saya, momentum libur sekolah ini sebaiknya dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh," kata legislator PDIP ini.

"Jangan sampai lantaran mengejar sasaran kuantitas, kita mengabaikan kualitas, keamanan pangan, dan efektivitas penggunaan duit negara. Program nan baik adalah program nan betul-betul memberi manfaat, bukan sekadar menghasilkan nomor penerima faedah nan besar," sambungnya.

Pernyataan Zulhas

Zulkifli Hasan mengungkap pembengkakan 13 ribu lebih titik SPPG alias dapur MBG. Angka itu campuran dari dapur MBG di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) dan luar wilayah 3T.

Zulhas mengatakan pembengkakan titik dapur MBG ini mengenai kasus dugaan jual beli titik. Di luar wilayah 3T, diproyeksikan awal ada 21 ribu dapur, namun info terbaru terdapat 27.877 titik.

"Misalnya, terjadi jual beli titik, ya. nan semestinya rencana awal titik itu 21 ribu tapi sekarang sudah ada 27.877 ribu titik, ya. Nah, ada membengkak 6.877 titik, ya. Laporan Ibu Nanik tadi barusan," kata Zulhas seusai rapat koordinasi di gedung Kemenko Pangan, Kamis (11/6).

Dia mengatakan ada rencana 2.000 titik SPPG di wilayah 3T. Namun, dalam temuannya, terdapat 8.617 titik.

(dwr/amw)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News