Jakarta -
Imigrasi mengungkap Warga Negara (WN) Aljazair berinisial BZ (30) nan berendam di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara merupakan investor. BZ diketahui mengantongi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dengan kedudukan investor.
"Jadi saat nama WNA itu dimasukkan ke sistem dan foto dicocokkan, muncul info bahwa WNA tersebut pemegang KITAS dan jabatannya investor," kata Kepala Seksi Inteldakim Kantor Imigrasi Tanjung Priok, Yuris Setiawan dilansir Antara, Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuris menuturkan WNA tersebut tidak mengantongi paspor maupun arsip pendukung lainnya saat diperiksa di instansi Imigrasi. Kini Imigrasi tengah mengecek WNA tersebut.
Ia juga memastikan BZ bukan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
"Bukan ODGJ, WNA ini diajak ngobrol nyambung kok," katanya.
Yuris menduga laki-laki asal Aljazair ini dalam keadaan kekecewaan sehingga terbenak di pikirannya untuk melakukan ritual berendam tersebut. Yuris mengungkap, BZ mengaku melakukan ritual itu dengan tujuan memancing perhatian penduduk maupun petugas agar dapat pulang kembali ke negaranya.
"Terkait tindakan nan dilakukan WNA tersebut di Danau Sunter, diduga sengaja dilakukan untuk menarik simpati orang dan petugas," kata dia.
Sebelumnya, BZ dievakuasi petugas pemadam kebakaran (damkar) lantaran berendam di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pria itu sempat mengaku tengah melakukan ritual.
Momen pemindahan itu diperlihatkan dalam video nan diterima detikcom dari petugas damkar. Dalam video, diperlihatkan laki-laki itu tengah asik berendam di Danau Sunter.
Dalam potongan video, proses pemindahan dilakukan pada pada Minggu (30/8/2026) malam. Terdengar petugas damkar berkomunikasi dengan WNA itu saat proses pemindahan terjadi.
"Ini bukan masalah waktu, ini bukan masalah tengah malam. Ini masalah peraturan. Danau ini tidak boleh dipakai untuk berenang," kata petugas damkar dalam bahasa Inggris.
Petugas damkar meminta WN Aljazair itu mematuhi aturan. Dalam percakapan keduanya, terdengar juga pembahasan mengenai ritual.
"Jadi, jika Anda menghormati patokan kami, Anda kudu ikut berbareng kami. Sekarang juga, Anda kudu ikut dengan kami," kata petugas Damkar
"Tidak, kita bisa bicara tentang ini, tentang kepercayaan alias ritual Anda, di tempat lain, bukan di pinggir waduk ini," sambungnya.
(dek/imk)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·