Soroti Pungutan Terselubung SPMB, Legislator Perindo Marthen: Sekolah Jangan Jadi Toko Seragam!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 25 Juni 2026 |18:20 WIB

 Sekolah Jangan Jadi Toko Seragam!

Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo, Marthen Luther Adji (foto: dok ist)

SIKKA - Di tengah penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), sorotan tidak hanya tertuju pada proses seleksi dan pemerataan akses pendidikan. Di kembali itu, tetap ada persoalan lama nan terus membebani orang tua siswa, ialah beragam pungutan nan dibungkus dengan dalih kebutuhan sekolah.

Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo, Marthen Luther Adji mengingatkan pemerintah wilayah agar tidak menutup mata terhadap praktik pungutan nan kerap muncul di satuan pendidikan, terutama menjelang tahun aliran baru.

Menurutnya, nan menjadi perhatian adalah pungutan-pungutan di luar ketentuan nan kerap dibebankan kepada orang tua murid, bukan penggunaan biaya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) nan telah diatur dalam perencanaan sekolah.

"Ketika akhir tahun pelajaran sering muncul pungutan-pungutan nan tidak jelas, dibungkus dalam pembayaran busana seragam, kitab dan lain-lain," ungkap Marthen Luther Adji, Kamis (25/6/2026).

Sekretaris Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Sikka ini menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah tegas melalui izin maupun surat info agar sekolah tidak lagi memungut biaya di luar ketentuan nan berlaku.

Marthen menyoroti praktik sejumlah sekolah nan menjual langsung seragam maupun perlengkapan sekolah kepada siswa. Kondisi itu membikin sekolah keluar dari kegunaan utamanya sebagai lembaga pendidikan.

"Jangan sampai sekolah berubah menjadi toko kitab alias toko pakaian. Ini nan perlu diperhatikan," tegas Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang ini.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com