Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan-perusahaan di bawah naungan Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) sukses menavigasi tantangan volatilitas nilai komoditas dan gejolak geopolitik dunia sepanjang 2025. Alih-alih tertekan, seluruh personil holding tambang pelat merah tersebut justru mencatat keahlian nan solid dan konsisten positif sepanjang tahun lalu.
Pengamat BUMN Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto menilai capaian keahlian Grup MIND ID telah melampaui ekspektasi dan bukan semata-mata hasil dari kenaikan nilai komoditas.
"Kinerja ini menunjukkan keahlian MIND ID dalam integrasi hulu ke hilir upaya nan semakin baik. Di luar windfall keuntungan nan diperoleh lantaran nilai komoditas nan meningkat akibat situasi geopolitik nan tidak stabil," tutur Toto dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).
Bila dirinci berasas komoditas, segmen emas melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan keahlian mencolok dengan untung tahun melangkah sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025. Capaian tersebut melonjak 106% dibandingkan untung tahun melangkah 2024 nan sebesar Rp3,85 triliun.
Pertumbuhan untung itu sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan nan naik 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dibandingkan Rp69,19 triliun pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh upaya emas nan menyumbang sekitar 79% terhadap total penjualan perusahaan.
Penjualan emas ANTAM tercatat mencapai Rp66,47 triliun sepanjang 2025 alias meningkat 15% dibandingkan Rp57,56 triliun pada 2024, ditopang oleh permintaan nan tetap kuat. Dari komoditas batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan untung bersih sebesar Rp2,93 triliun pada 2025, dengan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun nan relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja ini berjalan di tengah tekanan nilai batu bara global nan tetap berlanjut, nan mana Harga Newcastle Index justru tercatat turun 22% secara tahunan, sementara Indonesia Coal Index (ICI-3) melemah 16%. PTBA terbukti bisa menjaga keahlian melalui peningkatan volume penjualan sebesar 6% secara tahunan, dengan porsi penjualan domestik mencapai 54% dan ekspor 46% ke pasar Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.
PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat untung bersih sebesar US$2,52 miliar alias sekitar Rp42,07 triliun (kurs Rp 16.698 per dolar AS) pada 2025 dengan pendapatan sebesar US$8,62 miliar alias sekitar Rp143,9 triliun. Capaian ini mencerminkan kekuatan dari operasional tambang tembaga dan emas di Papua, sekaligus hasil dari penguatan hilirisasi melalui akomodasi smelter tembaga di JIIPE Gresik.
Beranjak ke komoditas aluminium, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan kenaikan untung bersih hingga 15% sepanjang 2025, ditopang oleh kenaikan pendapatan sekitar10% menjadi US$785,7 juta. Kinerja ini mencerminkan stabilitas operasional pabrik peleburan aluminium terbesar di Asia Tenggara di tengah perubahan nilai aluminium global.
Di segmen timah, PT Timah Tbk. (TINS) mencatatkan untung bersih sebesar Rp1,31 triliun alias mencapai 119% dari sasaran RKAP 2025. Pendapatan TINS tercatat sebesar Rp11,55 triliun alias meningkat 6,41% dibandingkan Rp10,86 triliun pada 2024. Dari sisi operasional, perusahaan membukukan produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah sebesar 17.815 metrik ton, dan penjualan logam timah mencapai 16.634 metrik ton.
Dari hasil tambang nikel, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turut mencatatkan pertumbuhan untung yang solid pada 2025 dengan pendapatan naik 4,19% menjadi US$990,19 juta. Pertumbuhan ini mencerminkan efisiensi operasional nan konsisten di wilayah Sorowako, Sulawesi Selatan.
Secara keseluruhan, keahlian solid Grup MIND ID sepanjang 2025 turut memberikan kontribusi signifikan bagi penerimaan negara. Melalui pembayaran pajak, royalti, dan dividen kepada pemegang saham, hasil operasional seluruh personil holding mengalir kembali sebagai faedah nyata bagi perekonomian nasional.
Hal ini menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya mineral strategis Indonesia tidak hanya menghasilkan nilai korporasi, tetapi juga memperkuat fondasi fiskal negara.
(rah/rah)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·