Soal Tabrakan KRL vs Taksi Hijau: Maju-Mundur Gak Bisa, 2 Menit Ditabrak Kereta

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pengendara melintas di perlintasan sebidang di area Duren Jaya, Kota Bekasi, Kamis (30/4/2026), setelah PT KAI memasang palang pintu pembatas di letak tersebut. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo salah satunya dipicu adanya tabrakan antara KRL dengan taksi hijau Green SM di jalur berlawanan.

Tabrakan terjadi salah satu perlintasan sebidang di area Ampera, Bekasi Timur. Beberapa ratus meter dari Stasiun Bekasi Timur. Saat kejadian, taksi hijau mogok di tengah rel dan akhirnya ditabrak KRL.

Penjaga palang pintu perlintasan sebidang, Awang, mengatakan, kejadian itu begitu cepat. Saat itu, kondisi jalan sedang tidak begitu padat, tidak ada juga kereta nan melintas.

"Itu posisinya enggak ada kereta nih lagi kayak gini aja jalan biasa dia jalan, tiba-tiba mobil mati, tiba-tiba mobil meninggal kekunci gitu bang," kata Awang di letak Kamis (30/4).

Pengendara melintas di perlintasan sebidang di area Duren Jaya, Kota Bekasi, Kamis (30/4/2026), setelah PT KAI memasang palang pintu pembatas di letak tersebut. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Melihat mobil mogok, penduduk langsung mendekat dan mencoba mendorong mobil agar keluar dari rel kereta. Tapi kondisi mobil tidak bergerak, rodanya seperti mengunci.

"Mobilnya enggak bisa dimajuin enggak bisa, dimundurin juga enggak bisa. Ngunci gitu mobilnya," ujar dia.

Tak lama kemudian, penduduk mendengar dan menyadari kereta nan datang dari arah Cikarang menuju ke Stasiun Bekasi Timur. Mereka lampau menyelamatkan diri, tabrakan tak terhindarkan.

"Ya kurang lebih 1 menit 2 menit kan lumayan lama juga bang itungannya jika itungan kereta gitu kita kan tetap bisa ngebantu kan," tutur dia.

video from internal kumparan

Awang mengatakan, kejadian kendaraan mogok di perlintasan Ampera bukan pertama kali terjadi. Biasanya bisa membantu mendorong kendaraan keluar dari rel, tapi kondisi kemarin berbeda.

"Biasanya sih ada nan mogok juga sering banget nan mogok mobil-mobil hanya tetap bisa didorong jika memang mobil manual. Itu berinteraksi mobil listrik makanya dia meninggal dia itu," jelas dia.

"Kalau itu kan posisinya mungkin udah enggak bisa ke sana ke sana bang. Lari ke sana udah enggak keburu gitu. Soalnya kan penduduk nolongin mobil dulu kan, soalnya mobilnya tetap diakalin gimana bisa mundur apa maju. Pas udah mau dimajuin lagi ada kereta dari sana tiba-tiba.

Saat ini, pintu perlintasan sebidang sudah dipasang palang pintu manual oleh PT KAI. Kondisi lampau lintas kereta juga sudah normal di kedua arahnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan