Rohman Wibowo
, Jurnalis-Minggu, 08 Februari 2026 |18:18 WIB

Ekonomi RI (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah menganggap penilaian lembaga pemeringkat internasional Moody's soal ranking angsuran Indonesia pada level Baa2 oleh lembaga pemeringkat internasional Moody’s sebagai gambaran ketahanan ekonomi nasional serta kekuatan esensial struktural nan solid.
Penilaian tersebut didasarkan pada kekuatan endowment sumber daya alam, demografi nan menguntungkan, serta kebijakan fiskal dan moneter nan dijalankan secara prudent dan konsisten. Afirmasi tersebut juga menunjukkan kepercayaan terhadap keahlian Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa esensial perekonomian Indonesia hingga saat ini tetap tetap terjaga. Ini merujuk pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,39 persen pada Q4-2025 nan merupakan pertumbuhan tertinggi sejak pandemi Covid-19 dan 5,11 persen pada tahun 2025, defisit fiskal nan berada di bawah 3 terhadap PDB, serta rasio utang Pemerintah sekitar 40 persen terhadap PDB.
“Terkait perubahan outlook, kami percaya perkembangan kebijakan dan kerangka kelembagaan nan telah dan sedang diimplementasikan bakal menjawab kekhawatiran nan disampaikan,” ujar Haryo Limanseto dalam keterangan resminya, Minggu (8/2/2026).
Lebih lanjut untuk mendorong geliat investasi, Pemerintah telah menyelesaikan kerangka norma dan kelembagaan Danantara secara komprehensif melalui pengesahan Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2025 sebagai dasar pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 nan mengatur pemisahan kegunaan izin Badan Pengelola BUMN dan kegunaan operasional Danantara.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·