Jakarta -
SMA Negeri 2 Katingan Kuala sukses meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026. Kemenangan tersebut mengantarkan sekolah asal Kabupaten Katingan itu mewakili Kalteng pada arena final nasional nan bakal digelar di Jakarta.
Dalam kejuaraan nan berjalan di Kalawa Convention Hall, Palangka Raya, SMAN 2 Katingan Kuala mencatatkan nilai tertinggi pada babak final dan mengungguli MAN Barito Utara di posisi kedua dan SMAN 1 Pangkalan Bun di posisi tiga.
Keberhasilan tersebut kembali menjadi prestasi membanggakan, mengingat sekolah itu pernah menjadi Juara 1 Provinsi di kejuaraan nan sama tahun lalu, namun kandas di babak penyisihan final nasional di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt Sekjen) MPR RI Siti Fauziah mengapresiasi capaian SMAN 2 Katingan Kuala. Siti mengingatkan para pemenang agar tidak sigap berpuas diri dan mempersiapkan diri lebih matang menghadapi kejuaraan tingkat nasional.
"Di Jakarta kelak mereka bakal berhadapan dengan para juara dari 37 provinsi lainnya. Karena itu kudu lebih giat belajar lagi," ujar Siti, dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
"Menjadi nan terbaik di provinsi adalah prestasi besar, tetapi tetap banyak peserta terbaik dari provinsi lain nan juga bakal bersaing," sambungnya.
MPR Tanamkan Karakter Generasi Emas 2045
Selain menekankan pentingnya persiapan akademik, Siti juga menyampaikan pesan kebangsaan kepada seluruh peserta.
Siti menegaskan LCC Empat Pilar bukan sekadar arena mencari juara, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, gotong royong, disiplin, kejujuran, sportivitas, dan cinta Tanah Air.
Menurut Siti, nilai-nilai tersebut sangat krusial dimiliki generasi muda nan kelak menjadi pemimpin bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
"MPR RI mau menanamkan karakter nan kuat kepada generasi muda. Dalam 15 hingga 20 tahun mendatang, merekalah nan bakal memimpin Indonesia. Karena itu, mereka kudu mempunyai fondasi kebangsaan nan kokoh," ujar Siti.
Siti juga mengingatkan pentingnya menjaga generasi muda dari pengaruh negatif nan masuk melalui perkembangan teknologi info dan media digital.
Menurut Siti, kesadaran berbangsa kudu terus diperkuat agar nilai-nilai luhur bangsa tetap terjaga di tengah derasnya arus globalisasi.
Sementara itu, pembimbing pendamping SMAN 2 Katingan Kuala Indah Fitriani mengaku bangga atas keberhasilan anak didiknya mempertahankan prestasi.
Tahun sebelumnya, sekolah tersebut juga sukses menjadi juara tingkat provinsi dan melaju ke final nasional meski terhenti di babak penyisihan.
Menurut Indah, pertimbangan utama nan dilakukan sekolah bukan pada aspek akademik, melainkan membangun kepercayaan diri para siswa.
"Dari sisi pengetahuan, keahlian anak-anak sangat baik. Tantangan kami justru meningkatkan rasa percaya diri agar mereka bisa mengeluarkan seluruh potensinya saat berlomba," kata Indah.
Indah berambisi kesempatan tampil di Jakarta dapat menjadi momentum bagi sekolah nan berada di wilayah pelosok tersebut untuk mengharumkan nama sekolah dan provinsi di tingkat nasional.
LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalteng sendiri, diikuti sembilan SMA dan sederajat. Untuk meraih posisi Juara 1 Provinsi, para peserta kudu melalui dua babak penyisihan dan satu babak final dengan materi lomba nan mencakup Wawasan Empat Pilar, Tematik Empat Pilar, dan sesi rebutan.
Kegiatan nan merupakan kerja sama Sekjen MPR RI dan Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah (Dikmen) Provinsi Kalteng itu menjadi salah satu instrumen sosialisasi Empat Pilar MPR RI, ialah Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Sebagai informasi, perlombaan ini turut disaksikan langsung oleh perwakilan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalteng, dan Perwakilan Kepala Kantor DPD RI Kalteng.
Dewan juri nan mengawal jalannya perlombaan merupakan figur-figur nan sangat berkompeten, ialah Koordinator Pengawas Dikmen Provinsi Kalteng Dr Rusnanie, Pengawas Sekolah Ahli Madya Dr Rudi Hasan, dan Dosen Program Studi Pendidikan Profesi Guru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (PPG FKIP UMPR) Dr Ady Ferdian Noor.
(anl/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·