Siswi Diduga Hilang Ingatan usai Makan MBG Dirujuk ke RSCM

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Siswi Diduga Hilang Ingatan usai Makan MBG Dirujuk ke RSCM ilustrasi(Magnific)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memastikan proses rujukan medis siswi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo, Sumatra Utara, berinisial FP, 16, dari Medan menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta melangkah dengan lancar.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa penanganan komprehensif terhadap FP menjadi prioritas utama pemerintah untuk memastikan seluruh kebutuhan pelayanan medis korban terpenuhi secara optimal.

"Kemenkes bakal memastikan proses rujukan dari Medan ke Jakarta melangkah dengan baik dan seluruh kebutuhan pelayanan medis FP terpenuhi. Namun nan paling krusial saat ini adalah memastikan FP mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sesuai kondisi dan kebutuhan medisnya," kata Aji dalam keterangannya, Sabtu (12/9).

Sejak mengalami keracunan pasca mengonsumsi MBG, FP mendapatkan penanganan medis secara bertahap, mulai di rumah sakit swasta dan RSUD di Karo, Sumatra Utara, kemudian di RS Haji Medan dan saat ini dilakukan rawat jalan di RSUP Adam Malik, Medan. 

Di RS Adam Malik, sejak 31 Agustus 2026, FP ditangani oleh 3 master ahli nan berbeda (ahli gastrohepatologi, neurologi dan kesehatan jiwa) dan dilakukan pemeriksaan EEG (Electroencephalography) untuk mengetahui adanya kelainan pada kegunaan saraf. 

Aji menyebut, berasas pemantauan terakhir, FP saat ini dalam kondisi stabil.

"Untuk mendapatkan gambaran nan lebih komplit mengenai kondisi kesehatannya dan menentukan penanganan nan lebih komprehensif, FP direkomendasikan oleh tim master untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di RSCM Jakarta," ujar dia.

Kemenkes menyampaikan keprihatinan atas kejadian keracunan MBG nan dialami sejumlah siswa SMA di Kabupaten Karo. 

"Kami berambisi seluruh siswa nan terdampak, termasuk anak FP, dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa," pungkasnya. 

Kondisi siswi SMK tersebut dilaporkan belum kunjung membaik setelah nyaris satu bulan menjadi korban dugaan keracunan. FP mengalami penurunan kegunaan saraf nan signifikan, seperti indikasi kejang, lidah tertarik ke dalam sehingga susah berkomunikasi, serta gangguan ingatan berat nan membuatnya tidak mengenali personil family maupun teman-teman sekolahnya.

FP merupakan satu dari 353 siswa nan berasal dari lima sekolah di Kabupaten Karo nan mengalami keracunan massal usai mengonsumsi santapan program MBG pada Kamis (13/8/2026).

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia