Singgung Harga Minyak Tinggi, Bahlil Sebut Banyak Orang Beralih ke BBM Subsidi

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Jakarta -

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan banyak orang beranjak menggunakan BBM subsidi dari BBM nonsubsidi. Menurutnya perubahan ini terjadi lantaran nilai minyak kembali tinggi.

Bahlil memaparkan nilai minyak sudah menyentuh US$ 100 per barel dan nilai BBM nonsubsidi nyaris semuanya naik. Sementara itu BBM subsidi harganya sama sekali tidak dinaikkan pemerintah.

Atas dasar perbedaan nilai nan makin lebar, banyak orang beranjak menggunakan BBM subsidi lantaran lebih murah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kita tahu bahwa nilai bumi sekarang kan lagi, tidak dalam kondisi baik-baik saja. Sekarang sudah mencapai US$ 100 lebih, US$ 100 lebih per barel. Jadi pasti berakibat pada nilai nasional, di mana nilai subsidi kita tidak ada kita naikkan. Jadi pasti orang bakal memilih ke sana," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Dia mengimbau bagi pihak nan sudah mampu, apalagi nan mempunyai kendaraan mewah, jangan menggunakan BBM subsidi nan diperuntukkan bagi orang nan membutuhkan.

"Tapi maksud saya adalah, saudara-saudara kita nan mampu, nan memakai mobil bagus, ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita nan berkuasa menerimanya," kata Bahlil.

Peralihan penggunaan BBM subsidi juga disebut Bahlil menjadi salah satu biang kerok antrean panjang isi BBM di Makassar, Sulawesi Selatan belakangan ini. Banyak masyarakat nan beranjak menggunakan BBM subsidi lantaran mahalnya nilai BBM nonsubsidi sehingga antrean membludak.

"Kondisi kemarin itu kan ada memang nan shifting dari pemakaian BBM nan tadinya memakai RON 92, 95, nan nonsubsidi, ada sebagian ke subsidi," jelas Bahlil.

(hal/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance