Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Adat Papua Percepat Pembangunan Bumi Cendrawasih

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Adat Papua Percepat Pembangunan Bumi Cendrawasih Koordinator BP3OKP Pdt. Alberth Yoku.(dok.istimewa)

BADAN Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) menegaskan komitmennya mendorong pembangunan Papua melalui empat pilar utama, ialah Papua Cerdas, Papua Sehat, Papua Produktif, dan Papua Damai, dengan memastikan Dana Otonomi Khusus (Otsus) memberikan faedah langsung kepada masyarakat.

Koordinator BP3OKP Pdt. Alberth Yoku mengatakan pembangunan Papua kudu dilaksanakan dengan menghormati hak ulayat dan kearifan lokal serta melibatkan masyarakat budaya sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi.

"Pembangunan Papua kudu menghormati kewenangan ulayat dan kearifan lokal. Melalui program Papua Produktif, kami melibatkan para pemimpin budaya dan golongan upaya lokal, seperti nelayan dan petani, sebagai mitra strategis dalam mengelola potensi ekonomi daerah," kata Alberth Yoku dalam seminar bertema "Membangun Ekonomi dan Budaya Papua Melalui Penguatan Peran Kla/Marga Sebagai Aktor Pembangunan" di Auditorium Bahtiar Effendy Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (30/7).

Seminar tersebut menjadi forum perbincangan antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat Papua untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan Papua nan inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan dihadiri secara langsung oleh Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Jakarta dan sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta dilaksanakan secara hibrida dengan partisipasi Anggota DPR Papua Tengah Jhon Gobai dan lebih dari 150 peserta dari beragam golongan masyarakat produktif di Papua.

Peserta nan mengikuti secara daring berasal dari Pokja Papua Produktif BPP Papua, Kelompok Nelayan KONEPA, Kelompok Rumput Laut Ramaidori, serta jejaring BP3OKP di empat kabupaten.

Dalam seminar tersebut, para narasumber menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan Papua melalui penerapan Otonomi Khusus, penguatan tata kelola pemerintahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat adat, pengembangan sumber daya manusia, dan pendekatan kebudayaan.

Sementara itu, golongan ekonomi masyarakat menyambut positif upaya penguatan program Papua Produktif. Dalam sesi diskusi, peserta dari Pokja Papua Produktif, Kelompok Nelayan KONEPA, dan Kelompok Rumput Laut Ramaidori menyatakan komitmen untuk mengembangkan produk unggulan wilayah andaikan didukung ekosistem upaya nan terintegrasi.

Peserta juga menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain percepatan pembangunan ekosistem hilirisasi komoditas pertanian dan perikanan, revitalisasi prasarana pasar, peningkatan akses info perdagangan, penguatan konektivitas logistik, hingga penyediaan pelabuhan unik untuk mendukung pengedaran produk lokal.

Selain itu, masyarakat berambisi pemerintah terus memperkuat fasilitasi nan responsif, adil, dan proporsional agar biaya pengedaran dapat ditekan, akses pasar semakin luas, serta produk unggulan Papua bisa bersaing di tingkat nasional maupun global.

Menurut Alberth, sinergi antara pemerintah, masyarakat adat, dan pelaku upaya menjadi fondasi krusial dalam mendorong transformasi ekonomi Papua sehingga masyarakat budaya tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga tokoh utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui seminar tersebut, beragam masukan masyarakat diharapkan menjadi bagian dari penyempurnaan kebijakan pembangunan Papua agar penyelenggaraan program pemerintah semakin selaras dengan kebutuhan masyarakat budaya dan memberikan akibat nyata bagi peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua.

Kegiatan ditutup dengan komitmen berbareng seluruh peserta untuk terus memperkuat ruang dialog, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan Papua nan damai, maju, dan berkepanjangan melalui penguatan ekonomi masyarakat adat. (Cah/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia