Sidang Pleno Awal Muktamar ke-35 NU Digelar, Bahas Pengesahan Tata Tertib

Sedang Trending 20 jam yang lalu
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Asrorun Niam Soleh di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/7/2026) Foto: Zamachsyari/kumparan

Sidang pleno awal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8). Agenda pertama sidang membahas pengesahan tata tertib (tatib) sebagai pedoman penyelenggaraan seluruh rangkaian muktamar.

Sebelum persidangan dimulai, apel keamanan digelar dengan melibatkan kepolisian dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Para muktamirin kemudian mulai memasuki arena muktamar sekitar pukul 08.00 WIB.

Setiap muktamirin wajib memindai barcode pada kartu identitas (ID card) sebelum memasuki arena sidang. Mekanisme tersebut digunakan untuk memverifikasi peserta nan mengikuti persidangan.

Katib Syuriyah PBNU Asrorun Niam Soleh mengatakan, sidang awal difokuskan pada pembahasan tata tertib. Menurutnya, tatib menjadi salah satu code of conduct dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.

"Ya, pagi ini sudah memulai sidang-sidang untuk pembahasan tata tertib Muktamar sebagai salah satu code of conduct di dalam penyelenggaraan Muktamar ini," kata Niam.

Niam berambisi pembahasan berjalan lancar dengan mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat.

"Tentu harapannya seluruh pembahasan dapat melangkah secara smooth, mengedepankan prinsip-prinsip musyawarah mufakat, lantaran itulah nan menjadi prinsip dari penyelenggaraan Muktamar kali ini," ujarnya.

Menurut Niam, semangat tersebut telah ditegaskan sejak pembukaan muktamar pada Kamis (27/8). Seluruh rangkaian muktamar diharapkan berjalan dalam suasana guyub dan riang gembira.

"Sebagaimana pembukaan kemarin, komitmen kita di dalam menyelenggarakan Muktamar adalah membangun kesepahaman dan dilaksanakan dengan penuh guyub, riang gembira, menghasilkan keputusan-keputusan nan berkarakter strategis untuk menjadi fondasi di dalam perkhidmatan Jam'iyyah Nahdlatul Ulama memasuki abad keduanya," kata dia.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berbareng Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menghadiri Pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Youtube/NU Online

Materi Organisasi hingga Bahtsul Masail

Selain tata tertib, sejumlah materi strategis bakal dibahas dalam muktamar, mulai dari organisasi, program, rekomendasi, hingga Bahtsul Masail.

"Hari ini materi sudah disiapkan oleh tim materi untuk dibahas secara bersama-sama," ujar Niam.

Ia mengatakan tim materi berpatokan pada sejumlah prinsip dalam menyusun bahan pembahasan muktamar, termasuk materi organisasi, program, rekomendasi, dan Bahtsul Masail.

Untuk materi Bahtsul Masail, pembahasan mencakup persoalan waqi'iyyah, maudhu'iyyah, dan qanuniyyah.

Niam menekankan pentingnya orientasi jangka panjang dalam setiap pembahasan. Menurut dia, keputusan muktamar tidak boleh hanya didasarkan pada kepentingan sektoral, partikular, alias jangka pendek.

"Yang pertama, NU didesain untuk kepentingan jangka panjang. Jangan sampai pembahasannya hanya memperhatikan hal-hal nan berkarakter sektoral, kemudian partikular, dan berkarakter jangka pendek. Itu nan kudu menjadi komitmen," ujarnya.

Prinsip berikutnya adalah keahlian NU beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis. Perubahan nan berjalan sigap dinilai memerlukan rumusan organisasi nan lebih adaptif.

"Kemudian nan kedua, lantaran NU didesain untuk jangka panjang, dia kudu adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis nan begitu cepat," kata Niam.

Karena itu, materi muktamar, termasuk mengenai organisasi, kudu disusun secara lincah dan adaptif. Niam menyoroti pentingnya digitalisasi dan modernisasi tata kelola organisasi.

"Karena itu, di dalam perumusan materi, termasuk materi organisasi, itu kudu agile dan juga adaptif terhadap perubahan, terutama mengenai dengan komitmen digitalisasi dan juga modernisasi pengelolaan organisasi," ungkapnya.

Situasi pintu masuk registrasi peserta Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Kamis (27/8/2026) Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Evaluasi Kepengurusan dan Regenerasi

Muktamar ke-35 NU juga bakal mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus menentukan kepemimpinan NU ke depan.

Niam mengatakan proses tersebut perlu diikuti komitmen untuk memadukan pengalaman para ustadz dan tokoh senior dengan daya generasi muda.

"Dan nan tak kalah penting, lantaran salah satu agenda Muktamar adalah mengevaluasi kepengurusan nan lampau dan juga memilih kepemimpinan ke depan, kudu ada komitmen untuk mengkombinasi antara komponen sepuh dan juga elemen-elemen muda untuk kepentingan percepatan regenerasi," katanya.

Menurut dia, perpaduan tersebut krusial untuk mempercepat sekaligus menjaga keberlanjutan regenerasi di tubuh NU.

"Ini nan saya kira menjadi salah satu komitmen kita berbareng agar pembahasan bisa smooth, agar pembahasan bisa guyub, dan juga melahirkan hal-hal besar untuk NU ke depan," pungkas Niam.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan