Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke area Alun-alun Kota Bogor, Jawa Barat, semalam. Mulanya, pihaknya menemukan adanya jalur hijau nan rusak akibat aktivitas PKL (pedagang kaki lima).
"Lantai pedestrian terlihat kotor, licin, dan berbau akibat sampah nan dibuang sembarangan, serta aktivitas mencuci peralatan makan dan sisa dagangan di atas pedestrian oleh PKL," kata Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, Jumat (10/4/2026).
Pihaknya juga menemukan kabel nan menjuntai. Ternyata, kabel tersebut menyuplai listrik secara terlarangan ke PKL nan ada di sekitar lokasi.
"Aliran listrik terlarangan itu ditutupi oleh lapak pedagang ayam penyet dan mi ayam di seberang Alun-alun Kota Bogor," ungkapnya.
Saat menelusuri sumber listrik itu, petugas juga menemukan sisa botol minuman keras (miras). Penjual miras tersebut berkedok sebagai PKL.
"Puluhan botol minuman keras dari lapak tersebut kemudian disita untuk dimusnahkan," sebutnya.
Kawasan Alun-alun menurutnya sudah lama mendapatkan perhatian. Imbauan telah diberikan tapi tidak digubris oleh para PKL.
"Kita kembali memberikan penekanan untuk memastikan kehadiran pemerintah dalam penertiban, sesuai pengarahan Presiden bahwa seluruh wilayah kudu melaksanakan program Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)," tuturnya.
Untuk aliran listrik terlarangan nan digunakan oleh para PKL, dilakukan penertiban berbareng PLN. Petugas datang ke letak dan memutus aliran listrik terlarangan nan dipasang oleh para PKL itu.
"Kami mengundang PLN untuk memutus aliran listrik terlarangan nan digunakan untuk aktivitas ilegal. Ini menjadi perhatian kami untuk menyelesaikan persoalan nan menyangkut ketertiban di Kota Bogor," ujarnya. (rdh/yld)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·