Siapapun Gubernur BI, Rupiah Masih Sulit Menguat

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 27 Juli 2026 |10:17 WIB

Siapapun Gubernur BI, Rupiah Masih Sulit Menguat

Siapapun nan nantinya memimpin bank sentral bakal menghadapi pekerjaan berat . (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pergantian Gubernur Bank Indonesia (BI) di tengah tekanan ekonomi dunia dan domestik menjadi tantangan tersendiri bagi penguatan nilai tukar Rupiah. Siapapun nan nantinya memimpin bank sentral bakal menghadapi pekerjaan berat untuk membawa Rupiah menguat di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan fiskal dalam negeri.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, pelemahan Rupiah saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan moneter, tetapi juga aspek eksternal dan kondisi ekonomi domestik nan tetap menghadapi sejumlah tantangan.

"Siapapun nan menjadi Gubernur Bank Indonesia saat ini bakal sangat susah untuk memperkuat Rupiah. Karena persoalannya bukan hanya dari sisi kebijakan moneter, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi geopolitik dunia dan persoalan ekonomi dalam negeri," ujar Ibrahim, Senin (27/7/2026).

Ibrahim mengatakan kondisi ekonomi dunia saat ini tetap belum stabil akibat bentrok geopolitik nan terus berlangsung, mulai dari perang di Timur Tengah hingga bentrok Rusia-Ukraina nan belum menemukan penyelesaian.

Menurutnya, bentrok nan meluas ke sejumlah wilayah seperti Yaman, Arab Saudi, Turki, hingga Ukraina turut memberikan tekanan terhadap pasar finansial global, termasuk nilai tukar Rupiah.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com