Opini
, Jurnalis-Jum'at, 12 Juni 2026 |19:10 WIB

Praktisi dan Enterpreneur Ratu Hasanah Semarini. (foto: Okezone.com)
Ratu Hasanah Semarini M.Ak.
Kandidat Doktor Ilmu Akuntansi Fakultas Eknomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Praktisi dan Enterpreneur, Anggota HIPMI Jaya, Dosen Praktisi Fakultas Eknomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta dan Sekolah Vokasi IPB
Dunia Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) Indonesia digemparkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 nan mengubah siapa saja penerima akomodasi PPh Final UMKM 0,5 persen. Keresahan publik kebanyakan tertuju pada aspek nilai pajak nan kudu dibayarkan oleh UMKM.
Padahal ada persoalan nan lebih fundamental. Dengan tidak menikmati akomodasi pajak final, artinya banyak pelaku UMKM nan kudu menyelenggarakan pembukuan nan memadai untuk menghitung besaran untung upaya nan bakal dikenai pajak. Siapkah UMKM kita? Cukupkah jumlah akuntan kita?
Direktorat Jenderal Pajak mencatat hingga tahun 2024 jumlah wajib pajak UMKM aktif sebanyak 4,2 juta wajib pajak. Ikatan Akuntan Indonesia menunjukkan bahwa per 1 Juni 2026 hanya terdapat sekitar 912 pemegang Chartered Accountant (CA) aktif, sementara 5.588 pemegang CA lainnya berstatus tidak aktif. Di sisi lain, Institut Akuntan Publik Indonesia mencatat sekitar 7.226 personil pekerjaan akuntan publik dan pemegang CPA Indonesia pada 2025.
Angka-angka ini menimbulkan pertanyaan nan mengganggu. Jika jutaan UMKM kudu semakin tertib dalam pelaporan keuangan, siapa nan bakal mendampingi mereka? Bahkan jika seluruh akuntan ahli aktif dikerahkan, rasio nan dihadapi tetap sangat timpang, ialah satu akuntan ahli secara teoritis kudu melayani ratusan hingga ribuan pelaku usaha.
Semakin banyak UMKM sekarang wajib menghitung tanggungjawab pajak berasas untung kena pajak. Hal ini menghadirkan kebutuhan bakal pelaporan finansial nan baik. Di saat nan bersamaan, Indonesia justru menghadapi keterbatasan jumlah akuntan profesional. Di sinilah datang pertanyaan nan jarang dibahas: siapa nan bakal membukukan jutaan UMKM Indonesia?
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·