Siap-Siap RI Punya Pabrik Bioetanol Baru, Mulai Dibangun Tahun Ini

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menyampaikan, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan Toyota bakal membangun pabrik bioetanol di Indonesia pada tahun ini, maksimal pada kuartal IV-2026

"Ini sudah almost done untuk itu jadi konstruksinya bakal kita mulai tahun ini. Target di Q3, maksimal di Q4 tahun ini," ungkapnya di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah memberikan insentif untuk semua investasi di Indonesia, termasuk proyek bioetanol lantaran menjadi program strategis pemerintah.

Kementerian ESDM sudah merilis patokan baru mengenai penahapan pencampuran biodiesel dan bioetanol. Ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026 tentang Penahapan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati.

Pencampuran bioetanol ditargetkan sebesar 5% (E5) pada 2026-2027. Lalu, naik lagi menjadi 10% (E10) pada Bahan Bakar Minyak (BBM) bensin mulai 2028.

Proyek ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan daya nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pada tahap awal, kapabilitas produksi pabrik bioetanol ini direncanakan sebesar 60.000 kilo liter (kl) per tahun. Hal ini juga sebagai corak persiapan untuk menyediakan kebutuhan bahan bakar tersebut di masa depan.

"Untuk awal ini kapabilitas produksinya itu untuk plant nan 60 ribu kilo liter setahun. Kita ketahui bahwa total konsolidasi plant etanol nan ada di Indonesia ini kurang lebih sekitar 120 ribuan. Bahkan, mungkin hanya efektif 80 ribuan," ungkapnya.

Seperti diketahui, pemerintah memberikan support penuh terhadap pengembangan bioetanol, antara lain melalui kebijakan mandatori pencampuran biofuel dengan roadmap E5 pada 2026-2027, E10 pada 2028-2030, hingga sasaran jangka panjang menuju E20.

"Tentunya kita melakukan ini dalam kerangka memang kita kudu mem-prepare andaikan kelak masuk dalam mandatori E10 itu negara kita juga siap untuk dalam mem-provide kebutuhan etanolnya," jelasnya.

Ia mengaku, mengenai besaran investasi, penghitungan biayanya tetap berjalan.

"Untuk budget-nya sedang melangkah lantaran juga sudah ada ditunjuk konsultan feasibility-nya," imbuhnya.

Adapun sama antara Pertamina dan Toyota ini difokuskan pada pengembangan bioetanol dengan teknologi 2G alias second generation berbasis multi-feedstock, nan memanfaatkan sumber daya domestik seperti biomassa kelapa sawit, jagung, dan sorgum.

Menurutnya, kerjasama antara Pertamina dan Toyota menjadi sinergi antara BUMN dan penanammodal dunia dalam membangun ekosistem daya masa depan di Indonesia. Dengan adanya kesepakatan ini, proses kerja sama telah bergerak mulai dari tahap penjajakan menuju tahap nan lebih konkret dan terukur, sehingga memberikan arah nan lebih jelas bagi realisasi proyek.

"Program ini sebenarnya sudah kita jalankan dari tahun kemarin. Tetapi kita silent memang development-nya. Sudah ada rencana kooperasinya antara Pertamina New Renewable Energy dengan Japanese Group. Dalam perihal ini kelak nan bakal ditunjuk adalah Toyota Tsusho nan bakal menjadi partner," ungkapnya.

Ia menyebut, rencana pembangunan bioetanol ini bakal dilakukan di wilayah Lampung. Karena Lampung merupakan salah satu provinsi nan sangat kuat untuk kesiapan feedstock terhadap etanol ini.

"Karena di Lampung seperti kita ketahui bersama, di sana ada penanaman besar tebu. Dan juga ada penanaman ubi dan feedstock-feedstock nan lain. Jadi kelak ini rencananya selain pembangunan plant juga kelak ada rencananya juga untuk pembangunan apa namanya penanaman daripada salah satu support team feedstock-nya ialah sorgum," jelasnya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News