Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko menilai tren pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia bakal terus melesat dalam beberapa tahun ke depan. Adapun pasar kendaraan elektrifikasi mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025. Bahkan menurut info BYD sudah nyaris tembus 20%.
"Tahun 2024 itu hanya 43 ribu, tapi 2025 sudah 104 ribu. Ini sebuah lompatan. Pasti 2026 ini lebih tinggi lagi," kata Moeldoko di Plataran Senayan, Kamis (21/5/1026).
Perubahan kondisi geopolitik dunia juga mulai memberi tekanan bagi pelaku usaha, terutama sektor transportasi dan kendaraan komersial. Kenaikan nilai bahan bakar minyak hingga persoalan kualitas solar di sejumlah wilayah disebut mulai mendorong perusahaan mencari pengganti nan lebih efisien.
"Ditambah lagi dengan kondisi geopolitik nan seperti sekarang menjadi tantangan tersendiri bagi bumi komersial. Kendaraan-kendaraan komersial saat ini sudah mulai berpikir keras untuk pindah," ujarnya.
Persoalan nilai solar nan mahal hingga kualitas bahan bakar nan tidak konsisten membikin ongkos perawatan kendaraan konvensional semakin tinggi. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik komersial.
"Kenapa demikian? Karena nilai solar mahal, di daerah-daerah cukup sulit, kadang-kadang juga kualitasnya kurang bagus. Sehingga biaya maintenance-nya menjadi tinggi. Dari pertimbangan itu mereka bergeser," tutur Moeldoko.
Periklindo memandang segmen kendaraan komersial menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat saat ini. Hal itu tercermin dari meningkatnya permintaan kendaraan listrik untuk kebutuhan logistik dan operasional usaha.
"Saat ini ini bisa dikenali lantaran kebetulan dari MAB itu lebih di komersial, sehingga kita tahu market-nya pertumbuhannya luar biasa sekarang," katanya.
Optimisme Periklindo muncul di tengah percepatan penetrasi kendaraan listrik di pasar otomotif nasional.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao sebelumnya menyebut pangsa kendaraan listrik di Indonesia sekarang sudah mendekati 20% dari total pasar otomotif nasional.
Meski begitu, ruang pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan dinilai tetap sangat besar lantaran kendaraan berbahan bakar bensin tetap mendominasi pasar domestik.
"Lihatlah hari ini, penetrasi kendaraan listrik telah tumbuh hingga sekitar 20%. Sungguh sebuah sejarah nan luar biasa bagi industri otomotif di sini. Meskipun dengan kemajuan besar ini, perjalanan mobilitas hijau di Indonesia baru saja dimulai. Mobil bensin tradisional tetap memegang 65% pangsa pasar," ujar Eagle Zhao.
Foto: Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) Moeldoko dalam Launching Periklindo Electric Vehicles Show (PEVS) 2026, Kamis (21/5/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·