Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan kembali di Eropa usai bentrok Timur Tengah sedikit mereda. Terbaru, Rusia dilaporkan memperingatkan empat negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Rusia, Sergey Shoigu, menakut-nakuti bakal membalas Finlandia, Lithuania, Latvia dan Estonia jika mengizinkan Ukraina melewati wilayah udara mereka. Rusia, tegasnya tak takut untuk membalas.
"Baru-baru ini, terjadi peningkatan serangan drone Ukraina terhadap Rusia melalui Finlandia, Lithuania, Latvia, dan Estonia," kata Shoigu kepada wartawan, dimuat pula oleh laman RT, Jumat (17/4/2026).
"Akibatnya, penduduk sipil menderita dan kerusakan signifikan terjadi pada prasarana sipil," tegasnya.
"Entah pertahanan udara Barat terbukti tidak efektif, alias keempat negara ini dengan sengaja menyediakan wilayah udara mereka, sehingga menjadi kaki tangan terbuka dalam agresi terhadap Rusia," tambahnya.
Menurutnya, Moskow mempunyai kewenangan untuk memihak diri sebagai tanggapan terhadap "serangan bersenjata". Ini diatur berasas Pasal 51 Piagam PBB.
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina telah mengintensifkan serangan pesawat tak berawak terhadap Rusia. Militer secara teratur melaporkan ratusan UAV ditembak jatuh dalam satu malam.
Akhir bulan lalu, Ukraina menyerang pelabuhan Laut Baltik Rusia di Ust-Luga dan Primorsk dengan sejumlah besar UAV. Serangan tersebut mengakibatkan kebakaran di kedua kota tersebut, nan mempunyai prasarana petrokimia nan luas.
Sementara itu, ajudan Kremlin Nikolay Patrushev mengatakan dia percaya bahwa Finlandia dan negara-negara Baltik terlibat. Penyediaan wilayah udara nasional untuk serangan pesawat tak berawak Ukraina bakal "menandakan partisipasi langsung NATO" dalam serangan terhadap Rusia.
Beberapa pesawat tak berawak Ukraina juga telah menyerang wilayah Finlandia dan tiga negara Baltik sejak awal Maret. Meskipun demikian, keempat negara tersebut menghindari kecaman langsung terhadap Kyiv lantaran melanggar wilayah udara mereka.
Sementara itu mengutip AFP, Rusia juga melakukan serangan besar-besaran dengan drone dan rudal ke beragam kota di Ukraina Kamis. Setidaknya 19 orang dilaporkan tewas.
Wartawan AFP mendengar bunyi ledakan keras bergaung di atas ibu kota pada malam hari dan memandang kepulan asap hitam besar membubung di atas pusat Kyiv saat fajar. Lebih dari 100 orang terluka dalam serangan nan menghancurkan gedung-gedung apartemen di tengah malam.
"Dampaknya terjadi seketika. Saya mendengar teriakan, dan kami berlari cepat. Saya mencoba melompat keluar dari apartemen untuk menyelamatkan diri," kata seorang wanita berjulukan Tetiana di Odesa, kota nan paling parah terkena dampak, pada laman Prancis tersebut.
Perang Rusia Ukraina sudah terjadi selama 4 tahun. Perang pecah antara dua negara jejak Uni Soviet itu dari 2022.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·