Ramdani Bur
, Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2026 |08:39 WIB

Shin Tae-yong bisa saja melatih Persija Jakarta di Super League 2026-2027. (Foto: Instagram/@shintaeyong7777)
SHIN Tae-yong melatih Persija Jakarta demi juara Super League 2026-2027? Minggu, 15 Maret 2026 malam WIB. Shin Tae-yong datang menyaksikan laga tunda Super League 2025-2026 nan mempertemukan Persija Jakarta vs Dewa United di Jakarta International Stadium (JIS).
Salah satu akun media sosial, Ngobrolin Ball, menyarankan manajemen Persija Jakarta untuk mengontrak Shin Tae-yong. Kebetulan, Shin Tae-yong tidak terikat perjanjian dengan klub mana pun.
“Manajemen Persija jakarta langsung saja kasih perjanjian ke Shin Tae-yong. Daripada banyakin pemain bintang, tapi pembimbing sekarang tidak bisa maksimalkan,” tulis akun Ngobrolin Ball.
1. Syarat Juara Super League
Stefano Cugurra Teco menangkan 3 trofi Liga 1 dengan sepakbola pragmatis. (Foto: Instagram/@baliunitedfc)
Dalam beberapa tahun terakhir alias di era Liga 1 nan dimulai sejak 2017, tim-tim juara biasa memainkan sepakbola pragmatis. Hal itu dimulai dari Simon McMenemy nan membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2017, Teco (Persija Jakarta, Liga 1 2018), Bali United (Liga 1 2019 dan Liga 1 2021-2022), Bernardo Tavares (PSM Makassar, Liga 1 2022-2023), dan Bojan Hodak (Persib Bandung, Liga 1 2023-2024 dan Liga 1 2024-2025).
Di saat bersamaan, Shin Tae-yong dikenal sebagai pembimbing nan doyan memainkan sepakbola pragmatis. Berkat pendekatannya, Shin Tae-yong mengantarkan Seongnam FC juara Liga Champions Asia 2010, serta membawa Timnas Indonesia mencetak beragam rekor.
Sementara itu, pembimbing Persija Jakarta saat ini, Mauricio Souza, seperti enggan memainkan sepakbola pragmatis nan sering menggaransi gelar juara. Pelatih asal Brasil itu kegemaran memainkan sepakbola menyerang nan kerap merugikan mereka.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·