Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) terus berkomitmen untuk menggenjot pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satunya dengan menyiapkan sejumlah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan PLTS + Battery Energy Storage System (BESS).
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan hingga Semester 1 2026 tercatat terdapat 21 proyek nan mencakup PLTS dan PLTS (BESS). Adapun, proyek-proyek tersebut telah memasuki tahap eksekusi dan tersebar di tujuh provinsi di Indonesia dengan total kapabilitas 513 Megawatt peak (MWp).
"Nah untuk itu di Semester 1 sudah ada 21 proyek PLTS dan juga PLTS plus Battery Energy Storage System nan sudah siap dieksekusi," ungkap Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) berbareng Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).
Menurut dia, ke depan, program-program spesifik nan menggunakan Battery Energy Storage System (BESS) dan PLTS bakal terus ditambah. Hal ini krusial guna mengurangi konsumsi BBM nan tetap berbasis pada impor.
"Dan juga dalam proses itu menggeser daya nan mahal menjadi daya nan lebih murah dan juga menggeser daya fosil menjadi daya nan renewable energy alias daya baru dan juga daya nan terbarukan," kata Darmawan.
Proyek-proyek PLTS dan PLTS+BESS tersebut tersebar di sedikitnya tujuh provinsi, dengan sasaran Commercial Operating Date (COD) nan bervariasi mulai 2026 hingga 2029. Berikut daftarnya:
1. PLTS Terapung Gajah Mungkur, di Wonogiri Jawa Tengah berkapasitas 100 MWp nan ditargetkan beraksi pada 2027. Adapun proyek ini dimiliki oleh Independent Power Producer (IPP) alias Produsen Listrik Swasta.
2. Proyek PLTS Terapung Saguling di Jawa Barat sebesar 60 MWp nan juga ditargetkan COD pada 2027. Proyek ini dioperasikan oleh Independent Power Producer (IPP) alias Produsen Listrik Swasta.
3. Proyek PLTS dan BESS seperti PLTS+BESS Banyuwangi, PLTS Karangkates, dan PLTS Pauraan nan masing-masing berkapasitas sekitar 100 MWp dengan sasaran operasi pada 2027. Proyek ini dioperasikan oleh Independent Power Producer (IPP) alias Produsen Listrik Swasta.
4. Proyek PLTS Bawean berkapasitas 6 MWp dan 3 MWp dijadwalkan beraksi pada 2028 dan 2029. Proyek ini dioperasikan oleh PLN
5. Proyek PLTS Sepanjang-1 di Jawa Timur berkapasitas 1 MWp ditargetkan beraksi pada 2027 dan Sepanjang-2 berkapasitas 0,6 MWp. Proyek ini dioperasikan langsung oleh PLN.
6. Proyek PLTS Belinyu di Bangka Belitung berkapasitas 1 MWp ditargetkan mulai beraksi pada 2027. Proyek ini dioperasikan oleh PLN.
7. PLTS Timika di Papua Tengah berkapasitas 10 MWp dengan sasaran COD 2027. Dioperasikan oleh PLN.
8. Proyek PLTS di Nusa Tenggara Timur seperti di Alor, Lembata, dan Rote dengan kapabilitas bervariasi antara 1 MWp hingga 5 MWp nan dijadwalkan beraksi mulai 2026 hingga 2028. Proyek ini dioperasikan oleh PLN.
9. PLTS Weda di wilayah Maluku Utara, berkapasitas 5 MWp dengan sasaran operasi pada 2028. Proyek ini dioperasikan oleh PLN.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto juga memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menghentikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan menggantinya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ditargetkan, 100 Giga Watt PLTS bisa terbangun hingga 2-3 tahun ke depan.
Bila PLTD ini dihentikan, maka diperkirakan Indonesia bakal menghemat konsumsi minyak sebesar 200.000 barel per hari (bph) alias sekitar 20% dari total impor minyak.
(ven/wia)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·