Seskab Teddy: Presiden Prabowo Tanggung Biaya Perjalanan LN yang Lebihi Anggaran

Sedang Trending 9 jam yang lalu
Presiden Indonesia Prabowo Subianto tiba menjelang KTT ASEAN ke-48 dan pertemuan mengenai di Cebu, Filipina, Rabu (7/5/2026). Foto: Jacqueline Hernandez pool via REUTERS

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan seluruh kelebihan biaya perjalanan luar negeri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto nan melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden.

Hal itu disampaikan Teddy melalui unggahan di akun IG @sekretariat.kabinet, Senin (1/6), sebagai tanggapan atas masukan nan disampaikan oleh Dino Patti Djalal mengenai kunjungan luar negeri Presiden.

Teddy mengawali pernyataannya dengan mengapresiasi masukan nan diberikan Dino. Ia menilai mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut sebagai diplomat nan mempunyai pandangan jeli dan terstruktur.

"Kemudian berikutnya, lantaran saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal. Sebelumnya, terima kasih atas masukan nan telah diberikan. Sangat jeli dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, meski hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," kata Teddy.

Teddy kemudian menjelaskan soal pembiayaan kunjungan luar negeri Prabowo nan menurutnya kerap menjadi perhatian publik.

"Jadi nan pertama, masalah biaya jika ke luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali," ujarnya.

Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

Teddy memastikan, segala kelebihan biaya nan telah ditetapkan oleh negara, itu ditanggung oleh Prabowo sejak awal.

"Jadi segala kelebihan biaya nan telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ucap dia.

Selain itu, Teddy juga menyoroti jumlah rombongan nan menyertai Prabowo dalam kunjungan luar negeri. Ia menegaskan jumlah delegasi pada masa pemerintahan Prabowo telah dipangkas secara signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

"Kemudian nan kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya," terang dia.

Menurut Teddy, pada masa sebelumnya jumlah rombongan dalam satu kunjungan luar negeri dapat mencapai lebih dari 120 orang. Sementara saat ini jumlah tersebut dibatasi sekitar 50 hingga 60 orang.

"Jadi jika dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, era Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal. Ini sudah banyak nan tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua," tandas dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan