Jakarta -
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyoroti kejadian nan disebutnya sebagai 'inflasi pengamat' di tengah derasnya arus opini publik saat ini. Ia menilai, maraknya pengamat nan bermunculan kerap tidak sejalan dengan latar belakang keilmuan dan apalagi menyampaikan kajian nan tidak berbasis info akurat.
"Sekarang ini ada satu fenomena. Apa itu? Ada nan namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat," kata Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/3/2026).
"Ada pengamat beras tapi dia background-nya bukan di situ, ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru. Oke," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Teddy, sebagian tersebut bukan pengamat baru nan muncul di ruang publik. Ia menyebut, sejak sebelum Presiden Prabowo Subianto menjabat, golongan pengamat tertentu sudah aktif membentuk opini publik.
"Dan teman-teman coba Anda perhatikan dari sebagian besar pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat nan sejak dulu sudah berupaya mempengaruhi warga, membentuk opini publik, apalagi sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden. Jadi pengamat-pengamat itu sudah memengaruhi warga," ujar Teddy.
Meski begitu, Teddy menegaskan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Prabowo tetap tinggi. Ia menyebut lebih dari 96 juta penduduk menunjukkan kepercayaan kepada Prabowo, dibandingkan pada pandangan para pengamat tersebut.
"Tapi faktanya apa? Faktanya lebih dari 96 juta penduduk lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu dugaan ya," ucapnya.
Lebih lanjut, Teddy mempersilakan beragam pihak menyampaikan pandangan ataupun kritik. Namun dia mengimbau agar perihal nan disampaikan tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Teddy mengingatkan agar perbedaan pandangan tetap disampaikan secara konstruktif.
"Jadi saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat, silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement nan mengarah pada kecemasan, membikin orang resah terhadap negeri ini ya," ucapnya.
Teddy memastikan kondisi nasional saat ini tetap stabil dan terkendali. Ia membujuk seluruh komponen masyarakat untuk menjaga optimisme dan bersama-sama membangun angan positif bagi masa depan Indonesia.
"Semuanya stabil, semuanya terkendali, dan ya, mari kita sama-sama untuk mencapai nan terbaik ke depan. Kemudian satu lagi, kita kudu punya angan dan angan nan baik untuk negeri ini. Jangan sampai kita menjadi orang-orang nan malah justru membujuk orang lain untuk punya angan dan angan nan jelek untuk negeri nan kita cintai ini ya," ucapnya.
(eva/eva)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·